Bareskrim dan BNN Sita Cartridge di Diskotek Penjaringan

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI melakukan penggerebekan di sebuah diskotek yang berlokasi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Operasi gabungan ini menyasar peredaran narkoba di tempat hiburan malam.

Tim gabungan tiba di lokasi pada Sabtu (17/10/2026) dini hari, sekitar pukul 00.35 WIB. Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung bergerak memeriksa meja-meja pengunjung dan meminta mereka untuk tetap di tempat. Sejumlah pengunjung tampak terkejut dengan kehadiran petugas.

Seorang petugas dari Bareskrim Polri menyampaikan tujuan kedatangan mereka. “Mohon maaf mengganggu waktunya. Kami dari Bareskrim Mabes Polri dan BNN Republik Indonesia. Kami sedang melakukan kegiatan penertiban narkotika. Kami mohon kiranya bapak-bapak, ibu-ibu, tolong bantu kami untuk mempercepat pengecekan. Supaya rekan-rekan semua bisa melanjutkan kembali kegiatan,” ujarnya di lokasi.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap meja, kursi, serta barang bawaan pengunjung. Proses pengecekan dilakukan dengan memisahkan pengunjung pria dan wanita. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa cartridge narkoba.

Pengunjung yang kedapatan membawa barang bukti tersebut kemudian diminta untuk menjalani tes urine. “Bawa dulu ini, dicek-dicek. Polwan silakan bawa yang perempuan, Polki silakan bawa yang laki-laki, ke kamar mandi,” kata petugas.

Tim gabungan juga menyisir area ruang karaoke di dalam diskotek. Di ruangan-ruangan tersebut, penyidik kembali menemukan cartridge dari beberapa pengunjung yang ada. “Ini ada ini, kami temukan di bawah tisu. Di kamar mandi, ada 2 cartridge. Bawa dulu, dicek,” ungkap petugas.

Penggerebekan ini dipimpin langsung oleh Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Kristian Parluhutan Siagian, dan Plt Deputi Pemberantasan BNN, Adri Irniadi. Operasi ini melibatkan total 462 personel gabungan yang terdiri dari 146 personel Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, 95 personel Sabhara, 32 personel Provos, 29 personel Paminal, dan 160 personel dari BNN.

Tinggalkan komentar