Balita Balikpapan Derita Pneumonia, Diduga Akibat Kabut Asap Karhutla

BALIKPAPAN – Seorang balita berusia 18 bulan di Balikpapan, Kalimantan Timur, terpaksa harus menjalani pengobatan akibat pneumonia. Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian pekat di wilayah tersebut.

Kejadian berawal ketika anak dari Michael (29) mulai menunjukkan gejala batuk dan sesak napas pada Rabu, 7 Oktober lalu. Michael memutuskan untuk segera membawa anaknya ke Rumah Sakit Siloam keesokan harinya untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah menjalani rontgen x-ray, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infiltran pada zona atas paru-paru kiri. Dokter mendiagnosis kondisi tersebut sebagai pneumonia. “Malamnya itu sesak napas dan tidurnya pun terganggu, kemudian besok harinya saya bawa berobat dan dianjurkan x-ray. Hasilnya ditemukan infiltrat pada zona atas kiri paru-paru yang didiagnosis pneumonia,” ungkap Michael.

Michael mengaku terkejut mendengar kabut asap menjadi salah satu faktor penyebab penyakit anaknya, mengingat buah hatinya jarang beraktivitas di luar rumah. “Dari situ kita mendapatkan info bahwa penyakit ini dipengaruhi karena adanya asap yang juga semakin tebal. Apalagi sekarang kualitas udara di Balikpapan masuk dalam kategori tidak sehat untuk warganya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sebelum gejala sesak napas muncul, anaknya hanya bermain di halaman rumah. “Sebelum sesak napas itu kita tidak ada melakukan aktivitas keluar rumah, palingan hanya bermain di halaman rumah saja. Tiba-tiba malamnya sudah batuk-batuk dan juga mengalami sesak napas,” tuturnya.

Tinggalkan komentar