JAKARTA – Seorang pria berinisial RP (30) tega menganiaya anak kandungnya yang berusia satu tahun hingga tewas di Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Tindakan sadis ini diduga dipicu oleh rasa cemburu pelaku terhadap ibu korban.
Kepala Satuan (Kasat) Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP I Made Budi, mengonfirmasi bahwa pelaku adalah ayah kandung korban.
Kasus ini pertama kali terungkap pada Kamis (1/10/2020) sekitar pukul 19.50 WIB. Pihak Polsek Cakung menerima laporan mengenai penemuan bayi yang meninggal secara tidak wajar. Tim Unit Reskrim Polsek Cakung bersama Perwira Pengendali dan Piket Fungsi segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
“Dan dari hasil pengecekan oleh Tim Iden Polres Jaktim ditemukan luka lebam pada mata sebelah kiri, dan luka lebam sebelah kiri serta mengeluarkan darah,” ujar Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2020).
Polisi mengungkap bahwa pelaku berinisial RP (30) sempat berusaha mengelabui saksi dengan berpura-pura menangis dan meminta pertolongan setelah menganiaya korban hingga meninggal dunia.
“Menurut keterangan Saksi 1, sekitar jam 18.15 WIB pelaku datang menggendong anaknya (korban) sambil menangis, terus pelaku meminta tolong terhadap Saksi 1 untuk mengantar korban ke rumah sakit,” tutur Andre.
Andre menambahkan, Saksi 1 berinisial S sempat menanyakan apa yang dialami korban kepada pelaku. Pelaku berdalih bahwa korban muntah-muntah. Namun, saat S memeriksa, ia mendapati wajah korban penuh luka lebam.
“Kemudian Saksi 1 bertanya terhadap pelaku ‘emang korban sakit apa’, kemudian korban diletakkan di lantai oleh pelaku dan berkata kalau korban sakit karena muntah-muntah. Tetapi, sewaktu dicek oleh Saksi 1 bahwa wajah korban penuh dengan luka lebam,” jelasnya.
Pelaku juga sempat memberikan alasan lain, yaitu korban tertimpa kipas angin. Alasan serupa juga disampaikan pelaku kepada ibu kandung korban.
“Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku ‘kamu apain anak ini’ dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit,” kata Andre.
Motif Cemburu
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap motif pelaku melakukan penganiayaan adalah rasa cemburu. Pelaku mengaku kesal lantaran istrinya yang juga ibu kandung korban diduga berkomunikasi dengan pria lain melalui pesan singkat.
“Untuk motif dari hasil pemeriksaan sementara karena pelaku cemburu karena istrinya chat-chat-an dengan orang lain dan dilampiaskan ke anak korban,” kata Kasi Humas Polres Jaktim AKP I Made Budi saat dihubungi, Minggu (4/10/2020).
Pada saat kejadian, ibu korban tidak berada di rumah. Pelaku kemudian melakukan penganiayaan berulang kali terhadap korban hingga menyebabkan kematiannya.
“Untuk penganiayaannya dari keterangan si pelaku sementara hanya di hari kejadiannya, kepala bagian belakang si anak korban dibenturkan ke dinding sebanyak tiga kali dan juga bagian punggung anak korban dipukul menggunakan tangan kanan dengan tangan mengepal,” jelasnya.