Antrean penumpang terpantau mengular di Stasiun MRT Lebak Bulus BSI, Jakarta, pada Senin pagi. Fenomena ini terjadi seiring dengan penerapan kebijakan baru penggunaan kartu uang elektronik (KUE) pada mesin tap JakLingko yang baru diberlakukan.
Kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah penumpang. Stella Adinda, salah seorang pengguna MRT, mengungkapkan bahwa ia membutuhkan waktu beberapa menit ekstra untuk dapat memasuki area stasiun dan melanjutkan perjalanan. “Untuk perkiraan waktunya, saya sampai stasiun 7.30, bisa masuk MRT 7.38 dan berangkat di jadwal 7.39,” ujarnya kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Ia menambahkan bahwa petugas di lapangan telah berupaya memberikan arahan terkait pergantian mesin tap. “Arahan dari petugas ada, security check juga sudah dibagi beberapa tidak hanya pakai mesin cek. Lalu ada penjelasan petugas juga karena ada pergantian penggunaan mesin NFC,” jelasnya. Stella juga mengamati bahwa antrean terlihat memanjang, “Yang saya lihat semua mengular,” sambungnya.
Penumpang lain, Tri Wulan Utami, juga mengaku sempat terkejut dengan kepadatan yang tidak biasa tersebut. Meskipun demikian, ia menilai antrean masih bergerak cukup cepat. “Aku sih tadi antreannya cepat sih, cuma agak kaget aja karena nggak biasanya seperti itu,” kata Tri.
Menanggapi penumpukan penumpang, PT MRT Jakarta (Perseroda) memberikan penjelasan. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menyatakan bahwa kepadatan penumpang tersebut berkaitan langsung dengan implementasi kebijakan penggunaan Kartu Uang Elektronik (KUE) yang dimulai sejak 12 Oktober 2026.
“PT MRT Jakarta (Perseroda) memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat antrean di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia sehubungan dengan penerapan kebijakan penggunaan Kartu Uang Elektronik (KUE) per 12 Oktober 2026,” ujar Rendy.
Ia menjelaskan bahwa penumpang yang menggunakan kartu uang elektronik dari berbagai bank kini dapat melakukan tap pada reader JakLingko yang telah tersedia di passenger gate stasiun. Rendy juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat situasi tersebut.
“Mulai 12 Oktober 2026, pelanggan MRT Jakarta yang menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) yang dikeluarkan oleh bank seperti E-money Mandiri, TapCash BNI, BRIZZI BRI, Flazz BCA, JakCard Bank Jakarta, dan kartu multitrip commuterline (KMT) dapat melakukan pengetapan di reader JakLingko yang tersedia di passenger gate stasiun,” terangnya.
“PT MRT Jakarta (Perseroda) memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian pelanggan dalam proses penyesuaian ini. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pelanggan,” tutup Rendy.