Asinan Mangga Buatan Warga Pasuruan Makin Laris Berkat Koperasi

Anita Kurniawati, seorang perangkat desa di Pasuruan, menemukan cara inovatif untuk meningkatkan nilai jual mangga dari kebunnya. Saat musim panen tiba dan harga mangga cenderung turun, ia mengolah sebagian buah menjadi asinan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Usaha musiman ini telah dijalankannya selama dua tahun terakhir, terutama saat musim panen mangga dari Agustus hingga Desember.

“Jadi mangga-mangga varietas yang harga jualnya rendah, kita kelola lagi untuk jadi asinan. Kalau mangga di sini kan terkenalnya mangga klonal yang harganya cukup mahal. Nah, yang kita kelola itu biasanya mangga varietas lain yang murah-murah, sehingga setelah diolah harga jual kita lebih tinggi,” jelas Anita.

Harga mangga segar di pasaran berkisar Rp5.000-Rp7.000 per kilogram. Namun, setelah diolah menjadi asinan, produk tersebut dijual seharga Rp10.000 per kemasan berukuran 250 gram. Dalam satu kali produksi, Anita mengolah sekitar 20 kilogram mangga mengkal yang sudah tua di pohon, menghasilkan kurang lebih 80 kemasan asinan. Dengan demikian, satu kali produksi berpotensi menghasilkan omzet kotor sekitar Rp800.000, sebelum dikurangi biaya produksi.

Omzet bulanan Anita selama masa produksi diperkirakan berkisar antara Rp1,6 juta hingga Rp2 juta. Jika diakumulasi selama empat bulan masa panen, total omzet kotor bisa mencapai sekitar Rp8 juta. Bahan baku asinan sepenuhnya berasal dari kebun mangga milik Anita sendiri, dan seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan hingga pengemasan, masih dikerjakan dalam skala rumah tangga.

Kopdes Jadi Pasar Baru

Sebelum bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Wonokerto, Anita mengandalkan promosi melalui status WhatsApp, jaringan pertemanan, dan penjualan kepada warga sekitar. Kini, asinan mangga buatannya juga dipasarkan melalui gerai koperasi dengan skema konsinyasi. Anita mengirimkan sejumlah kemasan, dan pembayaran dilakukan berdasarkan produk yang terjual. Stok yang tidak laku akan dikembalikan setelah pengecekan.

Ketua KDMP Wonokerto, M. Yusril Suhendra, menjelaskan bahwa produk UMKM yang masuk ke koperasi cukup beragam, termasuk cokelat karakter, es mambo, snack repack, telur asin, dan keripik pisang aneka rasa. Untuk produk asinan mangga Bu Anita, skema konsinyasi diterapkan. Jika ia menitipkan 10 pack, maka yang dibayarkan adalah pack yang laku, sementara sisanya diretur.

Yusril menambahkan bahwa perputaran asinan mangga di gerai koperasi cukup cepat, bahkan terkadang habis dalam waktu tiga hari sehingga perlu segera dipasok kembali. Anita sendiri mengaku penjualan asinan mangga meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan sebelum dititipkan di koperasi, dari sekitar 40 pcs menjadi 80 pcs. Ia juga pernah menerima pesanan terbanyak 30 pcs sekaligus dari instansi ICARE melalui koperasi.

Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) adalah program kerja sama Kementerian Pertanian dan Bank Dunia yang bertujuan memperkuat pengelolaan kawasan dan rantai nilai komoditas pertanian secara berkelanjutan dan inklusif. Di Kabupaten Pasuruan, program ini berfokus pada pengembangan komoditas mangga dan jagung, termasuk di Kecamatan Sukorejo.

Melalui koperasi, produk asinan mangga Anita tidak hanya dipasarkan kepada warga sekitar, tetapi juga berkesempatan menjangkau kegiatan atau jejaring yang berkaitan dengan pengembangan komoditas pertanian di wilayah tersebut. Pihak koperasi juga aktif mempromosikan produk UMKM melalui media sosial. Produk asinan mangga Wonokerto bahkan pernah dibawa dalam pameran Hari Koperasi Nasional di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Saat pameran, asinan mangga Wonokerto berhasil menarik perhatian pengunjung yang awalnya ragu. Cita rasa khas mangga Wonokerto yang berbeda menjadi daya tarik utama. Yusril berharap kehadiran KDMP Wonokerto dapat membantu UMKM di Desa Wonokerto berkembang lebih maju, memperluas promosi produk lokal melalui media sosial agar semakin dikenal luas.

Bagi Anita, koperasi bukan hanya tempat menitipkan produk, tetapi juga jalur baru untuk memperkenalkan olahan mangga Wonokerto kepada konsumen di luar lingkungan terdekatnya. Ia berharap kerja sama ini terus berkembang sehingga produk olahan mangga lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Tinggalkan komentar