Kotawaringin Barat – Langit di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini membuat langit berubah warna menjadi menguning dan berdampak signifikan pada kesehatan warga.
Pada Senin (12/10), asap karhutla yang semakin pekat membuat banyak warga mengalami gangguan pernapasan. Samsul Hadi, seorang warga Kampung Baru, menyatakan bahwa tingkat keparahan asap kali ini melampaui hari-hari sebelumnya. Ia mengaku kesulitan bernapas dan merasakan matanya perih akibat paparan asap yang telah menyelimuti lingkungan tempat tinggalnya.
“Beberapa hari kemarin sudah parah, hari ini terparah. Sesak napas, mata pedih. Asapnya bukan putih lagi, tetapi sudah menguning,” kata Samsul.
Rohmat, warga Pasir Panjang, turut merasakan dampak serupa. Ia melaporkan melihat asap kekuningan membentang di sepanjang jalan yang dilaluinya, menciptakan ketidaknyamanan saat bepergian dan menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan.
Petugas BMKG Kotawaringin Barat, Afif Rowina Khairim, mengkonfirmasi bahwa data pemantauan menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 berada dalam kategori sangat berbahaya. “Betul, kondisi dari data pantauan PM2.5 BMKG, kualitas udara dalam kategori sangat berbahaya. Hal ini selaras dengan kondisi asap dari karhutla yang semakin tebal,” ujar Afif.
Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil dan mampu menembus jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel ini berisiko memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi individu yang memiliki riwayat asma atau penyakit pernapasan lainnya.