Anggota Satpol PP Luka Parah Dikeroyok Pekerja Proyek di Jaksel

JAKARTA – Seorang anggota Satpol PP DKI Jakarta mengalami luka serius hingga membutuhkan enam jahitan setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan. Kericuhan ini dilaporkan berawal dari kegiatan penertiban kendaraan yang terparkir di trotoar oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satpol PP.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru AKP Andre JR Simamora, motor-motor yang ditertibkan tersebut seluruhnya merupakan milik para pekerja proyek. Penertiban inilah yang kemudian memicu kemarahan dan serangan dari para pekerja.

“Seluruh kendaraan (yang ditertibkan) dari (milik) pekerja proyek,” kata Andre kepada wartawan pada Selasa (13/10/2026), saat menjawab pertanyaan mengenai kepemilikan motor yang ditertibkan di trotoar.

Andre menambahkan, berdasarkan keterangan korban, para penyerang menggunakan helm proyek untuk melancarkan aksinya. “Menurut korban, (diserang) pakai helm proyek,” ujar Andre.

Hingga kini, identitas para pelaku pengeroyokan belum terungkap. Polisi juga masih belum dapat memastikan jumlah pasti pekerja yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. “Kita belum bisa pastikan kalau terkait itu (jumlah pengeroyok),” sambungnya.

Kronologi Kejadian Menurut Gubernur

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memaparkan kronologi insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika petugas Satpol PP dan Dishub sedang melakukan penertiban parkir liar serta pedagang kaki lima (PKL) yang dinilai mengganggu ketertiban umum.

Dalam proses penertiban, petugas Dishub melakukan tindakan terhadap kendaraan yang diparkir secara sembarangan, termasuk dengan mencabut pentil ban untuk mencegah parkir liar kembali terjadi.

Situasi kemudian memanas ketika sejumlah pekerja proyek diduga melakukan provokasi. Hal ini berujung pada bentrokan awal antara petugas Dishub dan para pekerja proyek.

“Ketika dilakukan penertiban di Kolam Renang Bulungan di daerah itu, kemudian bersama-sama dengan Dinas Perhubungan melakukan penertiban, mencabut pentil ban supaya orang tidak parkir sembarangan,” ungkap Pramono.

“Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi, terutama para pekerja yang ada di tempat itu. Akibat provokasi itu, kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada,” sambungnya.

Pramono melanjutkan, petugas Dishub kemudian mundur dari lokasi. Namun, sebagian dari mereka masih dikejar oleh sejumlah orang, termasuk anggota Satpol PP yang akhirnya menjadi korban pemukulan. Anggota Satpol PP tersebut kemudian harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Kelurahan Selong akibat luka yang dialaminya.

Tinggalkan komentar