JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maruarar Sirait menyoroti minimnya alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta untuk perbaikan rumah tidak layak huni. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, terdapat 821.840 unit rumah yang dikategorikan tidak layak huni di ibukota.
Pernyataan ini disampaikan Maruarar Sirait saat meninjau program bedah rumah bagi lansia di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/10/2026). Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan data terkini mengenai jumlah rumah tidak layak huni di Jakarta pada tahun 2026.
“Di DKI Jakarta berdasarkan data Pak di 2026 di DKI Jakarta yang tidak layak huni ada 821.840,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti.
Menindaklanjuti data tersebut, Maruarar Sirait kemudian bertanya kepada Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, mengenai ketersediaan APBD untuk program perbaikan rumah tidak layak huni. Kelik mengonfirmasi bahwa pada tahun 2026, belum ada anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut.
“Pertanyaan saya, dengan 800.000 lebih rumah dan 200.000 lebih rumah di Jakarta Barat yang tidak layak huni, ada enggak anggaran APBD Jakarta untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni?” tanya Maruarar Sirait.
“Izin, Pak, untuk tahun 2026 belum ada, Pak,” jawab Kelik Indriyanto.
Maruarar Sirait menambahkan bahwa kuota bedah rumah di Jakarta pada tahun berjalan hanya sebanyak 10.300 unit. Ia menyoroti salah satu penerima manfaat, seorang lansia bernama Ester Yacoba Simakul (64), yang rumahnya akan dibedah dalam program tersebut.
“Nah, saya harus sampaikan hari ini, karena DPRD DKI Jakarta tidak ada anggarannya bersama Bapak Gubernur untuk bedah rumah, padahal 800.000 lebih rumahnya kurang lebih tidak layak huni, di antaranya seperti Ibu Ester, maka Pak Prabowo itu tahun lalu tidak sampai 200,” kata Maruarar Sirait.
Ia membandingkan jumlah tersebut dengan program bedah rumah di tahun sebelumnya yang hanya mencapai 158 unit. Maruarar Sirait mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya telah menambah kuota bedah rumah secara signifikan pada tahun ini.
“158. Kita naikkan tahun ini menjadi 10.300 memperbaiki rumah rakyat Jakarta, ya, rakyat Jakarta. Ya, tepuk tangan dulu buat Prabowo. Karena di Jakarta nol. Ya, di Jakarta berapa? Nol. Prabowo kasih berapa? 10.300. Biar jelas ya urusannya. Jadi yang memperbaiki di Jakarta adalah Presiden Prabowo. Supaya kita terbuka aja,” tegas Maruarar Sirait.
Ia melanjutkan, “Nah, kita bekerja sama dengan Pak Pram membangun yang lain, ya. Pak Pram mendukung soal rusun, dan sebagainya, dan sebagainya. Khusus buat bedah rumah, itu Pak Prabowo yang hadir 10.300. Biar Pak Kapolda jelas, ya, begitu angkanya, Pak.”