JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal membantah keras informasi yang beredar mengenai kunjungannya ke Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura pada pekan ini. Dino menilai unggahan viral tersebut merupakan fitnah yang disebarkan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Dalam unggahan yang beredar, sebuah akun menyebut Dino Patti Djalal bersama peneliti Saiful Muzani berkunjung ke Kedubes Singapura pada hari Minggu dan menjadi tamu duta besar negara tersebut. Unggahan tersebut juga menyertakan video pagar depan Kedubes Singapura dengan keterangan yang menyiratkan adanya pertemuan rahasia.
Menanggapi hal tersebut, Dino menegaskan bahwa informasi itu tidak benar. Ia menyatakan bahwa pada hari Minggu (18/10) hingga Selasa (20/10) pekan ini, dirinya berada di Perth, Australia, untuk memenuhi undangan konferensi perubahan iklim. “Ini postingan fiktif dari tim siluman. Dia bilang hari Minggu saya ke rumah Dubes Singapura, nampaknya mau menciptakan narasi ada kongkalikong atau apa, faktanya hari Minggu sampai Selasa saya ada di Perth, Australia. Saya lagi diundang untuk bicara dalam konferensi perubahan iklim,” ujar Dino.
Dino menambahkan, sudah bertahun-tahun ia tidak mengunjungi rumah Duta Besar Singapura. Ia juga membantah pernah melakukan pertemuan dengan Saiful Muzani, meskipun mengaku mengenalnya. “Saya sudah bertahun-tahun tidak datang ke rumah Dubes Singapura, for some reason saya sudah tidak pernah datang lagi bertahun-tahun,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dino menyatakan bahwa video yang beredar tidak menampilkan fotonya secara langsung, yang semakin memperkuat dugaan bahwa unggahan tersebut dibuat oleh pihak yang berniat buruk. “Kalau dilihat video yang beredar kan tidak ada foto saya, makanya saya sampaikan ini sebagai tim siluman, ada sutradaranya apalagi kan ini di-posting di beberapa akun. Jadi menurut saya yang buat ini tim siluman yang jahat dengan niat tidak baik,” tuturnya.
Menyikapi penyebaran berita bohong ini, Dino menyatakan akan mengambil langkah hukum. Ia berencana melaporkan kasus ini kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Meutya Hafid untuk memberikan efek jera kepada para penyebar hoaks di media sosial. “Saya lagi pertimbangkan karena saya mau berikan efek jera, jadi saya akan mempertimbangkan itu. Yang jelas ke Komdigi karena itu masuknya ke sosial medial,” kata Dino.
Ia menekankan bahwa praktik penyebaran berita bohong untuk mendiskreditkan orang yang memiliki opini harus dihentikan. “Yang jelas saya nggak mau ini menjadi teknik yang baku untuk mendiskreditkan orang yang punya opini dan ini kan cara-cara yang kotor. Malam ini saya masih berpikir untuk mengajukan secara formal ke Menteri Komdigi agar dia tahu ada hal-hal seperti ini yang dilakukan oleh tim siluman,” tutupnya.