Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menekankan krusialnya akurasi data dalam pengelolaan Sekolah Rakyat. Menurutnya, Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bukan sekadar administrasi, melainkan fondasi utama untuk tata kelola pendidikan dan keberhasilan program pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.
“Dapodik bukan hanya urusan data, tetapi Dapodik adalah kunci,” ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026). Pernyataan ini disampaikan usai menutup Pelatihan Pengelolaan Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi Operator Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (10/10).
Agus Jabo menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberantas kemiskinan melalui akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia mengakui bahwa data yang tersebar di berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah seringkali menjadi kendala dalam penyaluran program pemerintah agar tepat sasaran.
Oleh karena itu, pemerintah berupaya menyatukan data sosial ekonomi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar pelaksanaan program. Agus Jabo menegaskan bahwa kualitas data sangat menentukan keberhasilan tata kelola dan sistem pendidikan Sekolah Rakyat. “Data yang salah menyebabkan apa yang kita programkan, apa yang kita kerjakan, tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Wamensos juga menyoroti masih adanya anak-anak yang terkendala ekonomi untuk mengakses pendidikan. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen pemerintah untuk mengurangi kesenjangan pendidikan dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi. “Kalau yang mampu bisa membiayai sekolahnya sendiri, tentunya yang tidak mampu, yang miskin, yang kurang mampu, negara yang harus menjemput mereka, yang harus mendampingi mereka,” tuturnya.
Untuk itu, Agus Jabo mendesak para operator Sekolah Rakyat untuk memahami tujuan program dan menjalankan tugas pengelolaan Dapodik dengan dedikasi serta tanggung jawab penuh. Ia menilai posisi operator sangat strategis karena data yang mereka kelola menjadi pijakan bagi sistem tata kelola Sekolah Rakyat dan upaya pengentasan kemiskinan.
Menanggapi harapan peserta terkait dukungan perangkat kerja seperti laptop, Agus Jabo berjanji akan berjuang bersama Menteri untuk memenuhinya. “Tadi sudah ada permintaan tentang laptop segala macam. Saya akan berjuang bersama Pak Menteri untuk bisa memenuhi apa yang sudah disampaikan,” pungkasnya.
Agus Jabo meminta para operator membuktikan komitmen mereka melalui pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Hal ini penting agar pengelolaan data dapat mendukung keberhasilan Sekolah Rakyat sebagai bagian integral dari upaya pengentasan kemiskinan. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti pelatihan dan penginputan data pendidikan Sekolah Rakyat pada 7-11 Oktober 2026, sebagai bagian dari peningkatan pemahaman dan kemampuan operator dalam mengelola Dapodik.