Aksi Kekerasan di KPPG Bogor: Pria Dicambuk, Badan Gizi Nasional Investigasi

Sebuah rekaman video yang menampilkan aksi kekerasan di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor telah menimbulkan kehebohan. Dalam video tersebut, seorang pria terlihat dicambuk berulang kali hingga terjatuh di lantai.

Video amatir yang beredar di media sosial ini diduga direkam pada Rabu (14/10) sekitar pukul 15.00 WIB di KPPG Bogor, Bogor Utara, Kota Bogor. Rekaman memperlihatkan beberapa orang pria di dalam ruangan berjeruji besi, sementara satu pria tampak mencambuki pria lain tanpa ada yang berusaha melerai.

Kepala KPPG Bogor, Haidir, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut melibatkan dua orang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwakarta. KPPG Bogor sendiri merupakan kantor induk yang mengawasi wilayah Bogor, Cianjur, Sukabumi, Depok, dan Purwakarta.

Menanggapi kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) telah memulai investigasi. Pihak BGN menyatakan akan memberikan sanksi penonaktifan kepada pelaku jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Kronologi Kejadian

Kasus ini mencuat setelah video penganiayaan menyebar luas. Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang terbaring tampak dicambuk menggunakan benda yang diduga selang. Cambukan tersebut menyebabkan korban menggeliat kesakitan.

Peristiwa yang terjadi di KPPG Bogor pada Rabu, 14 Oktober 2026, ini juga menunjukkan pelaku beberapa kali mencambuk korban sambil melontarkan makian. Sejumlah saksi terlihat hanya menonton, bahkan ada yang sengaja menutup dan mengunci pintu.

Penyelidikan Polisi

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Enjo Sutarjo, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Namun, kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk mengklarifikasi kebenaran peristiwa ini dan mendatangi KPPG Bogor.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam, mengidentifikasi pelaku sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Purwakarta berinisial GD, dan korban sebagai Kepala SPPG Purwakarta berinisial RAN.

Penjelasan KPPG Bogor

Haidir, Kepala KPPG Bogor, menyatakan pihaknya akan meminta klarifikasi lebih lanjut mengenai duduk perkara perselisihan antara kedua SPPI tersebut. Ia belum dapat memastikan apakah perselisihan itu bersifat pribadi atau terkait hubungan pekerjaan.

Haidir juga menjelaskan bahwa saat kejadian, para pimpinan KPPG, Kasubbag TU, dan Korwil Kota Bogor berada di kantor, namun sedang fokus pada urusan lain. Ia mengaku sempat melerai keduanya dan memberikan teguran keras, menekankan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan di lingkungan KPPG.

Upaya Perdamaian dan Sanksi

Menurut Haidir, kedua SPPI yang terlibat dalam insiden tersebut telah berdamai tak lama setelah kejadian dan kembali ke Purwakarta. Meskipun demikian, KPPG Bogor tetap akan memberikan sanksi tegas.

Haidir telah berkoordinasi dengan pimpinannya di Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk menentukan sanksi yang akan diberikan kepada pelaku.

“Kami juga memohon maaf kepada pimpinan dan juga kepada rakyat Indonesia pada umumnya atas kegaduhan yang terjadi. Ini sungguh-sungguh akan menjadi pembelajaran bagi kami ke depan,” ujar Haidir.

Investigasi Badan Gizi Nasional

Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan investigasi mendalam terhadap kasus ini dengan menerjunkan tim khusus.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menyatakan bahwa jika hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran hukum, pelaku terancam dinonaktifkan dari jabatannya. BGN juga akan menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.

“Namun, jika dari hasil proses hukum ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka yang terbukti melanggar hukum akan dinonaktifan dari jabatannya. Kasus tengah ditangani Polres Bogor,” pungkas Tysa.

Tinggalkan komentar