Zulhas: Koperasi Desa Merah Putih Bukan untuk Lawan Warung Rakyat

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, angkat bicara mengenai kekhawatiran masyarakat terkait kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Muncul isu bahwa KDMP berpotensi bersaing dengan warung atau toko milik warga desa, bahkan ada narasi di media sosial yang menyebutkan penutupan warung agar masyarakat berbelanja di KDMP.

Zulhas dengan tegas membantah isu tersebut. Ia menjelaskan bahwa KDMP tidak dibentuk untuk mengambil alih pasar usaha masyarakat desa. Sebaliknya, koperasi ini diposisikan sebagai bagian dari infrastruktur pemerintah dan berperan sebagai offtaker yang membantu menyalurkan program pemerintah serta menyerap hasil produksi petani.

“Enggak ada (persaingan), justru malah saling melengkapi. Ini (Kopdes) bukan warung. Ini koperasi ini, bukan supermarket. Dia sebagai infrastruktur pemerintah dan offtaker,” ujar Zulhas dalam program Zulhas Bikin Jelas bersama detikcom, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, KDMP memiliki fungsi strategis dalam penyaluran berbagai kebutuhan pokok, seperti beras dan pupuk bersubsidi. Selain itu, koperasi ini juga dapat membeli hasil panen petani untuk kemudian disalurkan kepada Bulog. “Kopdes itu infrastruktur pemerintah. Bantuan pangan, beras, bantuan alat-alat pertanian, ya, bantuan pupuk, dan lain-lain. Itu nanti (disalurkan) melalui koperasi desa,” imbuhnya.

Zulhas menekankan bahwa kehadiran negara melalui program KDMP adalah untuk memberikan solusi ketika masyarakat desa menghadapi persoalan ekonomi. Pemerintah berupaya agar setiap desa memiliki pusat kegiatan dan pertumbuhan ekonomi yang aktif, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan dan masyarakat merasa persoalannya diperhatikan.

Ia mencontohkan penetapan harga gabah. Jika pemerintah menetapkan harga Rp6.500 per kilogram, namun di tingkat desa hanya dihargai Rp5.000, maka negara harus hadir melalui koperasi untuk membeli gabah petani dengan harga yang telah ditentukan. “Karena itu, harus hadir negara. Maka ada koperasi. Negara yang beli, koperasi yang beli (seharga) Rp6.500,” jelasnya.

Mekanisme serupa juga disiapkan untuk nelayan. Pemerintah menyiapkan Koperasi Nelayan Merah Putih untuk menyerap hasil tangkapan nelayan yang kesulitan menjual dengan harga layak. Hasil tangkapan tersebut nantinya dapat disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Zulhas berharap koperasi dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menjawab tantangan di desa, serta membuka lebih banyak peluang aktivitas, terutama bagi generasi muda di pedesaan. “Kita ingin setiap desa itu ada lilin-lilin yang menyala, itu ya koperasi. Menjawab tantangan-tantangan di desa itu sehingga anak-anak muda di situ juga punya aktivitas, punya kegiatan,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar