DEPOK – Perselisihan antara warga cluster Zenitparc Cimanggis dan warga RT 07 di Depok, Jawa Barat, yang sebelumnya telah berdamai terkait masalah pembakaran sampah, kini kembali memanas. Seorang warga cluster bernama Agung (29) melaporkan kasus dugaan penganiayaan ke Polres Metro Depok.
Laporan polisi tersebut teregister dengan nomor LP/B/2426/X/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOPOLDA METRO JAYA pada 12 Oktober 2026. Agung menjelaskan bahwa ia awalnya enggan menempuh jalur hukum terkait penganiayaan ini. “Saya juga awalnya tidak mau melaporkan perkara penganiayaannya. Karena kan kesepakatan itu jalan dibuka, kita mau berdamai, gitu loh,” ujar Agung saat dihubungi wartawan pada Selasa (13/10/2026).
Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (11/10). Saat itu, Agung bersama istri dan anaknya hendak melakukan mediasi dengan warga RT 07 berinisial S, yang didampingi oleh pihak kepolisian dan ketua lingkungan, terkait teguran masalah pembakaran sampah. Dalam perjalanan menuju lokasi mediasi, Agung mengaku disoraki dan diteriaki oleh beberapa warga setempat, bahkan diduga dipukul dan dijambak.
“Pada saat saya perjalanan menuju musala itu, saya kan berjalan kaki sama istri saya dan anak saya yang umurnya 3 tahun naik sepeda pushbike. Anak saya bawa sepeda. Nah, kita di jalan disorakin, diteriak-teriakin, ada beberapa warga yang mukul, ada yang jambak,” ungkapnya.
Agung melanjutkan, saat mediasi berlangsung, ia sempat terpisah dari istri dan anaknya. Di momen tersebut, ia menduga istri dan dirinya dianiaya oleh sejumlah warga. “Kebetulan dari pas mediasi orang mukul itu, saya terpisah sama istri saya. Saya sudah maju ke depan sekitar 3 meter, istri saya masih di belakang. Nah, saya dipukulin, kepala anak, kepala belakang, istri saya di-diting lehernya, rambutnya dijambak sama warga,” jelasnya.
Ia menambahkan, istrinya sempat berteriak meminta tolong. “Terus istri saya teriak-teriak, ‘Pah tolong, Pah! Aku dipiting’ Nah, saya tuh udah, udah nggak bisa ngelihat istri saya, tapi masih bisa dengar suaranya, kan kondisi sudah rame,” tuturnya.
Akibat insiden tersebut, Agung dan istrinya mengalami luka di bagian kepala. “Kalau saya luka di bagian kepala belakang, istri di leher sama rambut, ditarik, dijambak,” katanya.
Pada Senin (12/10), Agung mendapati jalan di depan rumahnya masih ditutup warga RT 07 menggunakan hebel. Meskipun telah mendapat persetujuan RT setempat untuk memarkirkan mobilnya, kendaraannya justru dirusak. “Lebih parahnya lagi, mobil kami dirusak. empat ban kami dirusak, tiga bannya disobek. Nah, dari situ saya mulai, ‘Wah, udah nggak wajar ini’, akhirnya saya membuat laporan ke polisi,” ungkapnya.
Agung menyatakan telah membuat tiga laporan polisi, meliputi perusakan kendaraan, penganiayaan terhadap istri, dan penganiayaan terhadap dirinya sendiri.
Sebelumnya, polisi sempat memediasi warga RT 07 dan Perumahan Zenix Cimanggis terkait perselisihan akibat teguran pembakaran sampah. Kasus tersebut sempat berakhir damai. “Sudah selesai mediasi semalam dan diselesaikan damai,” ujar Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan pada Senin (12/10).
Duduk Perkara
Awal mula perselisihan ini hanya terjadi antara warga RT 07 berinisial S dan warga Perumahan Zenitparc Cimanggis berinisial A. Penghuni perumahan tersebut merasa terganggu oleh asap pembakaran sampah yang masuk ke rumahnya. “Penghuni Perumahan Zenitparc Cimanggis atas nama Bapak A merasa terganggu dengan asap pembakaran sampah tersebut,” kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan pada Selasa (13/10).
Pada Selasa (29/9), warga RT 07 membakar sampah di kebunnya. Asap dari pembakaran tersebut menyebar hingga ke area Perumahan Zenitparc Cimanggis, menimbulkan ketidaknyamanan bagi penghuninya.
Unggahan Warga Klaster Diminta Takedown
Permasalahan asap pembakaran sampah ini kemudian diunggah oleh warga perumahan cluster ke media sosial. Warga RT 07 menilai unggahan tersebut menyudutkan pihak mereka. “Akibat permasalahan tersebut diunggah ke media sosial, pihak keluarga Bapak S merasa tidak nyaman dan terganggu. Pihak keluarga S meminta A untuk menghapus atau melakukan takedown terhadap video yang telah diunggah,” ungkapnya.
Unggahan warga perumahan itu sempat direspons Tim Maung Kota Depok. Namun, tim tersebut tidak menemukan permasalahan lebih lanjut karena pembakaran sampah hanya dilakukan pada saat itu.