TANGERANG SELATAN – Seorang wanita berinisial D di Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, menjadi korban teror berupa pesanan fiktif atau ‘opik’. Pelaku teror diketahui berinisial P, yang diduga sakit hati karena mantan kekasihnya kini menjalin hubungan asmara dengan korban.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menjelaskan bahwa kejadian ini dilaporkan korban melalui call center 110 pada Selasa (6/10) sekitar pukul 21.30 WIB. Korban merasa diteror oleh pesanan-pesanan yang tidak pernah ia pesan.
“Korban merasa tidak pernah memesan dan ini bukan kejadian pertama kali, jadi korban sering menerima order fiktif,” ujar Bambang saat dihubungi wartawan, Kamis (8/10/2026).
Kronologi bermula ketika korban menerima telepon dari seorang pengemudi ojek online yang mengonfirmasi akan menjemput pesanan di rumahnya di Pondok Ranji Lestari, Ciputat Timur, Tangsel. Korban menyatakan bahwa ia tidak pernah memesan barang tersebut.
Selanjutnya, korban bertemu dengan pengemudi ojek online tersebut dan menanyakan identitas pemesan. Dari informasi yang didapat, nama pemesan adalah wanita berinisial P. Korban dan pengemudi ojek online tersebut kemudian berusaha menemui P di rumahnya di Gang Abdul Karim, Pondok Ranji, karena akun pemesanan ojek online tersebut milik P. Namun, saat didatangi, P tidak berada di rumah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi mendatangi rumah P dan mempertemukan korban dengan pelaku. “Motifnya sakit hati karena diputus cinta. Jadi, pacarnya si P itu dulunya pacaran sama cowok yang sekarang jadi pacarnya si D. Intinya si pelaku belum move on,” ungkap Bambang.
Kasus ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan setelah pelaku menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya. Korban sendiri akhirnya membayar ongkos pengemudi ojek online yang juga terdampak oleh pesanan fiktif tersebut.
“Selanjutnya permasalahan tersebut diselesaikan secara damai dengan korban membayar Rp 20.000 kepada pengemudi ojek online tersebut,” tutupnya.