Wali Kota Jakarta Barat (Jakbar), Iin Mutmainnah, menggagas sebuah konsep desk kolaborasi yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menyinkronkan data dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Iin menekankan pentingnya data yang akurat agar program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran.
Gagasan ini disampaikan Iin saat menghadiri bedah buku berjudul ‘Satu Data Satu Tujuan, AI sebagai Solusi Kemiskinan Jakarta’ di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Buku tersebut merupakan hasil penelitian disertasi Iin mengenai model collaborative governance berbasis AI atau CG-AI.
“Alhamdulillah hari ini tadi dari pagi teman-teman mendengarkan langsung bahwa dialog, ini sebenarnya lebih ke diskusi, dialog bagaimana saya membuat, menyusun buku ini berangkat dari sebuah penelitian di dalam disertasi,” ujar Iin di TIM, Senin (12/10/2026).
Menurut Iin, model CG-AI dirancang untuk mempercepat penanganan masalah kemiskinan di Jakarta dengan memanfaatkan peran AI sebagai mitra pengolahan data. “Harapannya sangat nyata ya bahwa bagaimana sebuah keniscayaan peran teknologi informasi khususnya AI ini perlu kita jadikan teman baik gitu. Bukan aktor baru di dalam kolaborasi, tetapi menjadi teman baik, di mana dengan teman baik AI ini bisa membantu merumuskan, memverifikasi, memverifikasi, kemudian memetakan, kemudian mencari data yang tepat agar program penanggulangan kemiskinan ini menjadi tepat sasaran, seperti itu,” jelasnya.
Iin menambahkan bahwa penerapan AI sebenarnya sudah berjalan di sektor layanan publik lain di Jakarta, seperti pada layanan transportasi dan kesehatan melalui aplikasi JAKI, serta sistem CRM di bawah Jakarta Smart City.
“Nah, dari sisi ini saya melihat kenapa kemiskinan yang saya angkat, gitu ya. Kemiskinan ini kan menjadi akar yang paling penting di mana ketika faktor kemiskinan ini kita bisa lakukan, kita tingkatkan dalam substansi program, itu kita harapkan bisa menurunkan Gini ratio ya. Gini ratio yang ada di DKI Jakarta kan tinggi ya Gini ratio-nya,” ungkap Iin.
Ia berharap semangat satu data dapat mengintegrasikan data dari berbagai sumber seperti DTKS, Carik, Dukcapil, Dinas PPAPP, hingga Dinsos. Iin menganggap desk kolaborasi sebagai forum penting untuk mempercepat proses integrasi data tersebut. “Sehingga kalau melalui forum yang kita buat nanti ke depan, ada desk kolaborasi, itu adalah forum kita berdiskusi antar-kolaborator, kemudian nanti sistem ini ditemani oleh AI untuk memudahkan kita mengambil keputusan, itu akan lebih tepat sasaran,” tuturnya.
Lebih lanjut, Iin menyatakan kesiapan Pemkot Jakbar untuk menggandeng perguruan tinggi dalam membangun dashboard pemantauan terpadu. Ia berharap kolaborasi ini dapat melengkapi keilmuan dari sisi akademisi dengan pengalaman praktis yang dimiliki oleh pemerintah daerah. “Kalau memang ada perguruan tinggi yang akan menangkap ini sebagai program bersinergi dengan pemerintah daerah, menurut saya ini sangat bagus dan menarik karena pengembangan ilmu, pengembangan wawasan itu ada di lembaga akademisi, tetapi pengembangan pengalaman praktisi itu ada di kami di kewilayahan. Jadi kita bisa saling berkoordinasi,” pungkasnya.