Tol Pasuruan-Probolinggo Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur TNI AU

Empat pesawat tempur TNI Angkatan Udara melakukan uji coba pendaratan dan lepas landas di Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis (22/10). Kegiatan ini bertujuan untuk menguji pemanfaatan infrastruktur jalan tol sebagai landasan darurat guna mendukung kesiapsiagaan pertahanan nasional.

Uji coba dilaksanakan pada segmen sepanjang 3,5 kilometer antara KM 834+000 hingga KM 837+500 dengan lebar 24,2 meter. Konstruksi landasan jalan tol ini menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement) pada lajur dan bahu dalam, yang telah diverifikasi kelayakannya untuk mendukung operasi pendaratan dan lepas landas pesawat tempur.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan bahwa infrastruktur jalan tol memiliki nilai strategis yang melampaui dukungan konektivitas antarwilayah. “Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (22/10/2026).

Pengujian Tol Pasuruan-Probolinggo sebagai landasan pesawat tempur dalam kondisi darurat merupakan bagian dari upaya pemanfaatan infrastruktur jalan untuk kebutuhan strategis nasional, dengan tetap memprioritaskan aspek teknis dan keselamatan.

Selama kegiatan berlangsung, Kementerian PU berkolaborasi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol (TJPJT) dalam menerapkan rekayasa lalu lintas. Pengalihan arus lalu lintas dilakukan secara sementara mulai dari Gerbang Tol Probolinggo Barat KM 829+000 hingga Gerbang Tol Probolinggo Timur KM 841+200.

Selama periode penutupan, pengguna jalan dialihkan ke jalur alternatif melalui jaringan jalan nasional dan jalur alternatif yang telah disiapkan. Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, menyesuaikan waktu perjalanan, serta memantau informasi lalu lintas terkini dari pengelola jalan tol.

Pemanfaatan jalan tol sebagai landasan darurat bukanlah kali pertama. Sebelumnya, Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) di Provinsi Lampung telah menjadi pilot project uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat TNI AU pada 11 Februari 2026.

Kementerian PU juga telah menyiapkan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) dan Tol Banda Aceh-Sigli sebagai potensi landasan darurat pesawat tempur TNI AU. Di Tol Japek II Selatan, lintasan yang disiapkan memiliki panjang sekitar 3,5 kilometer, sementara di Tol Banda Aceh-Sigli mencapai kurang lebih 3,8 kilometer.

Pada ruas Tol Pasuruan-Probolinggo yang sama, Kementerian PU juga telah melaksanakan uji coba penghamparan Aspal Merah Putih sepanjang 200 meter, tepatnya di KM 833+800 hingga KM 834+000, dengan lebar 11,8 meter. Penghamparan ini menggunakan Asbuton pracampur, sebagai bagian dari upaya pemanfaatan material aspal dalam negeri untuk pembangunan dan preservasi jalan.

Lebih lanjut, pemanfaatan Asbuton sejalan dengan upaya Kementerian PU dalam memperkuat kemandirian material konstruksi nasional dan mengurangi ketergantungan pada aspal impor. Melalui Peraturan Menteri PU Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pengolahan Aspal Buton Olahan untuk Pembangunan dan Preservasi Jalan, pemerintah mendorong penggunaan Asbuton olahan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan industri, mutu konstruksi, serta aspek keekonomian.

Tinggalkan komentar