Tiga Mahasiswa Universitas Tadulako Dianiaya Senior, Berawal dari Teguran Dosen

PALU – Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh senior-senior mereka. Peristiwa kekerasan ini dilaporkan terjadi pada Selasa (6/10/2026) di lingkungan kampus dan dipicu oleh teguran seorang dosen.

Kejadian bermula ketika ketiga mahasiswa tersebut kedapatan menggunakan ponsel oleh dosen berinisial FJ saat perkuliahan berlangsung. Setelah insiden tersebut, para mahasiswa mendatangi dosennya untuk menyampaikan permohonan maaf. Namun, permintaan maaf tersebut tidak diterima, dan dosen FJ justru melibatkan pengurus Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA).

“Respon dosen itu tidak langsung memaafkan, tetapi marah. Yang menjadi tanda tanya, ketika dosen tersebut melibatkan Himpunan Mahasiswa Arsitektur kampus, senior-senior dari korban ini. Setelah keluar dari ruangan dosen, senior-senior itu memanggil mereka (korban),” ungkap salah seorang narasumber.

Menurut keterangan, ketiga mahasiswa tersebut kemudian dipanggil ke sebuah ruangan dan langsung mengalami penganiayaan. Mereka dipaksa berjongkok dan dipukuli secara membabi buta selama kurang lebih satu jam. Akibatnya, korban mengalami luka memar di sekujur tubuh dan kulit melepuh akibat disulut puntung rokok.

Selain kekerasan fisik dan verbal, para korban juga mengalami pelecehan. Salah satu korban laki-laki dipaksa melepaskan pakaiannya dalam kondisi nyaris telanjang sebelum kembali dipukuli. Terdapat pula indikasi ancaman akan diarak keliling kampus dalam kondisi tersebut.

Pihak korban telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Saat ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palu sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus penganiayaan ini.

Tinggalkan komentar