Jakarta – Syahganda Nainggolan secara resmi telah mengemban tugas sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Pelantikan ini ditandai dengan serah terima jabatan (Sertijab) dari pejabat sebelumnya, Muhammad Qodari, yang kini ditunjuk sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Acara Sertijab berlangsung di aula Kantor Pusat Bakom RI, Jakarta Pusat, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota Wantimpres Rocky Gerung serta seluruh jajaran pegawai Bakom RI.
Rangkaian acara diawali dengan mengheningkan cipta dan menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sesi sambutan dari pejabat terkait dan penyerahan memori jabatan. Sebagai simbol serah terima, diberikan cendera mata berupa dua buku, yaitu ‘Presiden Solusi’ dan ‘Perlindungan Sosial’.
Muhammad Qodari dalam sambutannya menyampaikan, “Saya menerima estafet kepemimpinan dari Pak Angga Raka Prabowo. Hari ini, 6 Oktober, amanah itu saya serahkan kepada abang saya, Syahganda Nainggolan. Orang mungkin mengira kami berseberangan, tapi sebetulnya kami datang dari kolam yang sama.”
Syahganda Nainggolan menyatakan bahwa jabatan Kepala Bakom merupakan amanah dengan tanggung jawab yang sangat besar. Ia menggambarkan posisinya seperti pemain yang tiba-tiba diturunkan ke lapangan dengan beban berat. “Bapak Presiden mengatakan tentang pencopotan atau pergantian atau mutasi para petinggi negara itu, itu diibaratkan beliau sebagai pemain bola atau dalam tim sepak bola, ya, kalau bapak-bapak ibu-ibu dengar. Ada yang striker, ada yang bek belakang, ada yang gelandang tengah, dan lain-lain. Ya, jadi mungkin striker-striker yang top itu kayak Pak Qodari masuk dulu ke sana, ke Wantimpres. Nah, saya pemain luar soalnya, cadangan aja juga belum. Tiba-tiba masuk kemarin ini, Pak Qodari. Diceploskan oleh beliau pada satu beban yang menurut saya cukup berat,” ujar Syahganda.
Wakil Kepala Bakom RI, Fadli Tri Hartono, menambahkan komitmennya untuk membangun komunikasi publik yang lebih efektif dan mudah dipahami masyarakat. Ia menegaskan bahwa bersama Syahganda, peran Bakom akan terus diperkuat. “Tentunya ke depannya kita ingin sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden, kita ingin membangun komunikasi pemerintah ke depannya yang lebih lebih mudah untuk dipahami oleh masyarakat dengan tentunya beradaptasi dengan perkembangan yang ada,” ungkap Fadli.