Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjajaki penggunaan teknologi dry ice atau es kering sebagai salah satu upaya penanganan kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Inisiatif ini difokuskan pada wilayah Kota Palembang dan sekitarnya, dengan total uji coba mencapai 1,5 ton karbon dioksida padat.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat penanganan kabut asap yang tengah menyelimuti sejumlah area di Sumsel. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Dudung Abdurachman, bersama Gubernur Sumsel Herman Deru, memantau langsung persiapan operasi dry ice di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
Gubernur Herman Deru menjelaskan bahwa persiapan uji coba terus dimatangkan, meliputi kesiapan pesawat dan pasokan bahan. Sebagian besar bahan dry ice telah tiba di Palembang, sementara sisanya masih dalam proses pengiriman dari Lampung. “Rencananya besok (Kamis) siang dilakukan penebaran dry ice. Pesawatnya sudah siap, sebagian bahan sudah berada di sini (Palembang) dan sebagian lainnya masih dalam perjalanan dari Lampung,” ujar Herman Deru.
Teknologi ini akan diuji untuk mengukur potensinya dalam mengurangi dampak kabut asap serta memperbaiki kualitas udara di wilayah terdampak. Pada tahap awal, penebaran sekitar 1,5 ton dry ice direncanakan terfokus di sekitar Kota Palembang, dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan pola sebaran asap saat itu.
Herman Deru menambahkan, “Ini uji coba di Indonesia dan baru di Sumatera Selatan. Insya Allah, kalau berhasil, akan kita kembangkan ke daerah-daerah lain yang menjadi sentra asap.”