Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menyoroti kondisi Sulawesi Selatan yang disebutnya dalam status darurat peredaran narkoba. Ia mendesak aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan untuk segera mengambil tindakan tegas dalam memutus jaringan para bandar narkoba di wilayah tersebut.
“Persoalan narkoba ini boleh dikatakan darurat, bisa saja juga di Sulawesi Selatan lebih khusus Makassar juga darurat narkoba,” ujar Rudianto Lallo saat memberikan pandangannya dalam sebuah sarasehan yang diselenggarakan oleh BNNP Sulsel berkolaborasi dengan mitra Komisi III DPR di Makassar.
Rudianto Lallo menekankan bahwa penanganan isu narkoba harus mendapatkan perhatian serius karena sejalan dengan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu Asta Cita. Menurutnya, upaya memutus jaringan narkoba internasional merupakan langkah krusial untuk menekan angka peredaran narkotika secara signifikan.
“Yang paling penting saya kira adalah bagaimana memutus sindikat jaringan narkoba internasional. Yang kita tahu semua, Sulawesi Selatan ini adalah pasarnya, Makassar ini adalah pasarnya,” jelas Rudianto Lallo.
Legislator dari Partai NasDem ini juga menggarisbawahi pentingnya pemetaan jalur masuk narkoba ke Sulawesi Selatan. Upaya ini, lanjutnya, harus diimbangi dengan kolaborasi lintas sektor guna mengungkap jaringan para bandar. Selain itu, perlu juga ditelusuri dugaan adanya pengendalian peredaran narkotika yang berasal dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).
“Nah, di mana pintu masuknya? Ini kan yang harus kita, Pak Jenderal, Pak Agung, bagaimana kemudian dipetakan agar bandar-bandar narkoba di Sulawesi Selatan ini bisa diberantas. Ya tentu kita butuhkan kolaborasi, informasi dari berbagai sektor yang ada,” tutup Rudianto Lallo.