JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dan pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi dipastikan aman pasca serangan yang kembali terjadi di Bandara Internasional King Fahd, Dammam. Serangan ini dilaporkan terjadi pada dini hari Jumat (21/10/2026).
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa hingga kini tidak ada WNI maupun PMI yang terdampak oleh rangkaian serangan tersebut. “Terkait update perkembangan di Arab Saudi pasca serangan di Bandara King Fahd International Airport Dammam ya, yang tanggal 21 Oktober tadi dini hari. Nah, hingga saat ini seluruh WNI maupun PMI yang berada di wilayah Arab Saudi berada dalam kondisi aman,” ujar Heni Hamidah dalam konferensi pers di kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).
Heni menjelaskan bahwa serangan tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional penerbangan, khususnya di wilayah Riyadh. Namun demikian, operasional penerbangan di Bandara Jeddah dan Madinah dilaporkan masih berjalan normal. “Rangkaian serangan tersebut berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan, khususnya penerbangan di wilayah Riyadh. Namun demikian, untuk penerbangan di bandara di Jeddah dan Madinah, sampai saat ini masih beroperasi normal,” jelasnya.
Selain itu, jemaah umrah asal Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi juga dipastikan dalam kondisi aman. Terdapat sekitar 49.000 jemaah umrah di negara tersebut. “Saat ini di Arab Saudi terdapat 49.000 jemaah umrah dan semuanya dalam keadaan aman. KJRI sendiri, KJRI Jeddah, piket di bandara ini 24 jam untuk memantau apabila ada jemaah yang stranded atau terdapat gangguan penerbangan,” imbuh Heni.
Sebelumnya, Bandara Internasional King Fahd di Dammam dilaporkan kembali menjadi sasaran serangan yang menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya. Otoritas Umum Penerbangan Sipil melalui akun X resminya menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan material yang saat ini masih dalam tahap penilaian. Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara telah berhasil mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak (drone) di Provinsi Timur, Arab Saudi.