Sekolah Rakyat Perluas Jangkauan Pendidikan, Siswa Raih Ribuan Prestasi Nasional dan Internasional

Pemerintah Indonesia terus berupaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program inovatif Sekolah Rakyat. Program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan gratis.

Kementerian Sosial melaporkan bahwa lebih dari 44 ribu anak dari jenjang SD, SMP, hingga SMA kini telah kembali mendapatkan akses pendidikan gratis dan berkualitas. “Pemerintah memastikan lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin jenjang SD, SMP, hingga SMA kembali mendapat akses pendidikan berkualitas secara gratis, sehingga kemiskinan orang tua tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI, Devi Deliani.

Sekolah Rakyat telah berkembang pesat, menjangkau 182 titik, meningkat dari 166 titik dengan lebih dari 14.700 peserta didik pada tahun pertama. Hingga 2026, 93 gedung Sekolah Rakyat permanen telah selesai dibangun dan beroperasi bertahap. Fasilitas memadai ini diharapkan semakin memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pemerintah menargetkan pelayanan bagi lebih dari 150 ribu siswa pada 2027, dengan tujuan setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu gedung permanen Sekolah Rakyat berkapasitas lebih dari 2.000 siswa.

Siswa Sekolah Rakyat Torehkan Ribuan Prestasi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa dalam satu tahun pelaksanaan, siswa Sekolah Rakyat telah menorehkan ratusan prestasi di berbagai tingkatan. “Alhamdulillah, selama satu tahun beroperasi, sudah ratusan prestasi yang ditorehkan oleh siswa Sekolah Rakyat. Ada prestasi tingkat daerah, tingkat provinsi, tingkat nasional, dan ada juga prestasi di tingkat internasional,” kata Gus Ipul.

Sepanjang 2025, siswa Sekolah Rakyat berhasil meraih 4 prestasi tingkat internasional, 674 prestasi tingkat nasional, 71 tingkat regional, 513 tingkat provinsi, 842 tingkat kabupaten/kota, 89 tingkat kecamatan, dan 1.347 tingkat sekolah. “Banyak sekali, Bapak-Ibu sekalian, anak-anak yang sebelumnya putus harapan dan sekarang mereka sudah berprestasi,” tambahnya.

Upaya pemerataan akses pendidikan terus digalakkan, termasuk dengan menghadirkan Sekolah Rakyat di berbagai daerah seperti Makassar. Peresmian 100 Gedung Sekolah Rakyat di Kota Makassar pada Rabu (28/10/2026) menjadi bagian dari refleksi satu tahun pelaksanaan program. Kehadiran program ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.

Tinggalkan komentar