Sekolah Rakyat: Jembatan Harapan untuk Anak Rentan di Makassar

Kisah Julio, seorang anak yang tumbuh dalam keterbatasan setelah kehilangan ayahnya di usia dini, kini menemukan secercah harapan melalui Sekolah Rakyat. Dibesarkan oleh neneknya, Welas (74), Julio sempat terjerumus dalam kenakalan remaja hingga putus sekolah di kelas 3 SD. Kondisi ini menjadi kegelisahan besar bagi Welas yang berusaha keras agar cucunya tidak semakin tersesat.

Harapan itu akhirnya terwujud dengan hadirnya Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan berasrama gratis yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Julio kini tercatat sebagai siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta.

Perubahan positif mulai terlihat pada diri Julio. Anak yang sebelumnya sulit diatur kini menunjukkan ketenangan. Ia kembali belajar, memahami kedisiplinan, dan yang terpenting, menjalin kembali kedekatan dengan neneknya. “Sekarang dia lebih dekat. Bisa merangkul, menciumi saya. Katanya senang di sekolah,” ujar Welas, mengutip laman Kemensos, Jumat (23/10/2026).

Bagi Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk pemulihan diri. Di sana, mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan akademis seperti membaca dan berhitung, tetapi juga diajarkan nilai-nilai kehidupan, kedisiplinan, serta dibekali untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Keberadaan sekolah berasrama ini juga secara signifikan meringankan beban keluarga. Kebutuhan dasar Julio kini terpenuhi, berbeda dengan sebelumnya yang kerap memberatkan neneknya dengan permintaan uang jajan harian. Negara hadir sebagai pelindung bagi anak-anak rentan, bukan sekadar penyedia layanan.

Welas, di usianya yang semakin senja, kini dapat bernapas sedikit lega. Harapannya sederhana: agar Julio tumbuh menjadi pribadi yang baik, mandiri, dan tidak terlantar. “Kalau saya sudah tidak ada, saya titip cucu saya. Semoga dia jadi orang baik,” tuturnya penuh harap.

Upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tidak berhenti di Surakarta. Pemerintah terus berupaya menghadirkan Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk Makassar. Realisasi ini ditandai dengan peresmian 100 gedung Sekolah Rakyat di Kota Makassar pada Rabu (28/10).

Acara peresmian tersebut merupakan refleksi satu tahun keberadaan Sekolah Rakyat, yang kehadirannya merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui penyediaan akses pendidikan yang merata dan berkualitas. Melalui peresmian ini, pemerintah berharap pemerataan akses pendidikan dapat terus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa.

Tinggalkan komentar