SBY Berkelakar: Batuk Prabowo Bisa Pengaruhi Rupiah dan Saham

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad) ke-68. Dalam sambutannya, SBY sempat melontarkan candaan terkait kondisi kesehatannya dan potensi dampaknya terhadap perekonomian negara.

Mengawali orasinya, SBY menyatakan permohonan maaf karena sedang mengalami batuk. Ia memastikan bahwa batuknya bukan disebabkan oleh virus Influenza A dan berharap audiens dapat memaklumi jika sesekali terbatuk. “Sebelum saya sampaikan orasi ilmiah, harus saya pastikan bukan orasi politik, saya ingin sampaikan permohonan maaf, excuse coming from me, saya ini agak batuk tapi bukan Influenza A, aman, sehingga dalam sampaikan orasi ini sekali sekali batuk mohon dimaklumi,” ujar SBY.

SBY menambahkan bahwa batuknya terkadang dapat mengganggu orang-orang di sekitarnya. Ia juga mengakui bahwa batuk tersebut dapat mengganggu aktivitas melukisnya. “Kalau saya batuk yang suka terganggu kiri-kanan saya, kalau saya melukis terus tiba-tiba batuk batuk pasti lukisannya rusak itu, tapi aman karena saya seorang seniman sekarang,” tuturnya.

Lebih lanjut, SBY kemudian melontarkan sebuah kelakar yang menyita perhatian. Ia berseloroh bahwa jika Presiden Prabowo Subianto yang batuk dengan keras, hal tersebut berpotensi menyebabkan nilai tukar rupiah dan harga saham di pasar modal mengalami penurunan. “Kalau yang batuk Pak Prabowo hati-hati, kalau batuknya keras nilai tukar rupiah dan saham bisa jatuh,” ucapnya.

Meskipun menyisipkan candaan, SBY tetap menyampaikan doa dan harapan agar Presiden Prabowo Subianto senantiasa diberikan kesehatan. Ia berharap kesehatan tersebut dapat menunjang kinerja Presiden dalam memimpin negara. “Kita doakan Presiden kita sehat sehingga bisa memimpin negara dengan baik,” tutup SBY.

Tinggalkan komentar