Said Abdullah Dorong PDIP Usung Kader Internal di Pilkada Jatim

JAKARTA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menginstruksikan seluruh jajaran partai untuk memprioritaskan kader internal dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang. Ia menegaskan pentingnya konsolidasi partai dan target ambisius untuk mengusung kader murni PDIP sebagai bupati maupun gubernur di Jawa Timur.

Dalam sebuah konsolidasi internal di Kantor DPC PDIP Kabupaten Malang, Said Abdullah menyoroti komposisi pengurus di wilayah Malang Raya yang mayoritas berasal dari Nahdlatul Ulama (NU). Ia menekankan bahwa potensi besar ini harus selaras dengan asas kebersamaan dan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang solid.

“Kalau memang kita ini adalah Ahlussunnah wal Jama’ah, betul solid, betullah kita satu barisan? Begitu siap-siap, solid, di belakang fitnah bertaburan tidak karuan. Itu namanya bukan Ahlussunnah wal Jama’ah, tapi Ahlul Fitnah wal Takagennah,” tegas Said Abdullah, mengkritik potensi perpecahan internal.

Said Abdullah menekankan bahwa konsolidasi partai menjadi kunci utama untuk menyatukan gerak dan langkah internal. Ia menargetkan seluruh elemen partai bersatu dalam satu komando demi meraih kemenangan di Pemilu dan Pilkada.

“Konsolidasi itu arahnya satu, menyolidkan barisan sendiri. Barisan internal: satu kata, satu gerak, satu langkah, satu nyawa, satu roh, satu hati untuk memenangkan PDI Perjuangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, politisi senior PDIP ini menyatakan bahwa partai tidak ingin lagi hanya menjadi pendukung bagi calon dari luar partai. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk berjuang agar kader PDIP dapat menduduki kursi kepala daerah.

“Menang Pileg, Yes. Tapi kita juga punya kewajiban harus punya bupati kader sendiri. Hanya dukung, capek mencalonkan bupati yang bukan kader sendiri, tidak ada gunanya bagi partai. Sudah waktunya DPD PDI Perjuangan beserta DPC, PAC, beserta ranting, kita wajib punya gubernur sendiri juga,” tambahnya.

Untuk mencapai kemenangan tersebut, Said meminta para wakil rakyat dan pengurus partai untuk terus menjaga kedekatan dengan rakyat. Ia mengingatkan para legislator agar tidak hanya menyapa warga menjelang pemilu.

“Turun ke bawah, turun ke rakyat, sapa rakyat, sentuh hatinya masyarakat. Sapa rakyat. Jangan kalau jadi anggota DPR, lupa. Ingat lima tahun sekali, enggak ada gunanya, buang kalau ada kader begitu! Enggak ada lagi yang kayak gitu, sampah bagi PDI Perjuangan,” tandasnya.

Said Abdullah juga menjamin transparansi penuh dalam proses pencalonan di internal DPD PDIP Jatim. Ia menegaskan tidak ada praktik mahar politik atau transaksional bagi para calon yang ingin maju melalui PDI Perjuangan.

“Enggak ada duit-duitan, saya pastikan. Saya jadi Ketua DPD tidak pernah tangan saya atau pengurus DPD, sepengetahuan saya, yang terima duit dari calon,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar