Jasa Marga Berbagi Pengalaman Bisnis Jalan Tol kepada Calon Pemimpin BUMN

PT Jasa Marga (Persero) Tbk membagikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol kepada 37 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) yang diinisiasi oleh Danantara Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, ini bertujuan menyiapkan calon pemimpin masa depan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menekankan bahwa operasional jalan tol memiliki fungsi strategis dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi nasional. Ia menyatakan bahwa pekerjaan di BUMN infrastruktur transportasi harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada publik. Jasa Marga tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mengelola lalu lintas sebagai nadi perekonomian bangsa.

“Karena itu, setiap pekerjaan yang dilakukan Roadster Jasa Marga dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Calon pemimpin BUMN masa depan juga perlu memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi nyata, dengan memastikan setiap keputusan dan langkah yang diambil memberikan manfaat bagi pelayanan publik,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Rivan menambahkan, kegiatan business immersion ini merupakan bagian penting dari rangkaian pembelajaran P3MD selama sembilan bulan. Melalui kegiatan ini, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana Jasa Marga mengoptimalkan data operasional melalui teknologi dan digitalisasi. Pemanfaatan data ini bertujuan untuk meningkatkan standar pelayanan kepada pengguna jalan, mendukung penegakan hukum, serta menjadi dasar perumusan rekayasa lalu lintas.

VP Operational Learning & Design PT Danantara Asset Management (DAM), Dumoli HM Sirait, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pengelolaan bisnis BUMN sekaligus mendukung penyusunan Action Learning Project (ALP). “Program ini dirancang agar para peserta dapat mengamati secara dekat praktik terbaik pengelolaan bisnis di Jasa Marga. Pengalaman lapangan ini menjadi referensi penting bagi peserta, yang didampingi oleh SBM ITB, untuk menyusun Action Learning Project yang aplikatif dan memberikan dampak positif bagi pengembangan BUMN,” kata Dumoli.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta mendalami empat stasiun pembelajaran: Core Operations untuk memahami proses bisnis inti, Technology & Digital untuk melihat otomatisasi sistem dan pemanfaatan data, Quality, Risk & Safety untuk mempelajari keandalan layanan dan manajemen risiko, serta Customer/Distribution yang berfokus pada penyampaian output layanan kepada masyarakat.

Peserta kemudian diajak untuk eksplorasi langsung JMTC, pusat monitoring dan koordinasi operasional jalan tol. Di fasilitas ini, mereka melihat bagaimana Jasa Marga memantau kondisi lalu lintas, mendeteksi potensi gangguan, mengidentifikasi insiden, hingga mengoordinasikan respons layanan operasional secara real-time dengan dukungan teknologi dan sistem informasi terintegrasi.

Kunjungan dilanjutkan dengan showcase kendaraan operasional. Peserta melihat langsung armada pelayanan lalu lintas PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), seperti Mobile Customer Service (MCS), ambulans, derek, dan rescue. Selain itu, mereka juga melihat armada preservasi jalan tol PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).

Peserta juga diajak memecahkan studi kasus operasional melalui diskusi kelompok. Mereka menganalisis skenario manajemen lalu lintas saat puncak arus mudik dan penguraian kepadatan rest area. Hasil analisis kemudian dipresentasikan untuk mendapatkan tanggapan langsung dari manajemen Jasa Marga.

Rivan berharap pengalaman interaktif tersebut dapat memperkaya wawasan bisnis dan pembelajaran kepemimpinan bagi seluruh peserta P3MD. Ia membuka ruang bagi peserta yang memiliki gagasan inovatif untuk Jasa Marga agar dapat menyampaikannya dan mengembangkannya bersama. “Jika dalam prosesnya muncul gagasan atau inovasi yang dapat dikembangkan bersama Jasa Marga, kami tentu terbuka untuk mendengarkan dan mendukung. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemimpin BUMN yang adaptif, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata,” pungkas Rivan.

Melalui kegiatan ini, Jasa Marga membuka ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman bagi calon pemimpin BUMN, sekaligus memperkenalkan praktik pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol yang mengintegrasikan operasional, teknologi, manajemen risiko, dan kebutuhan pengguna jalan. Kolaborasi dengan Danantara ini menjadi wujud komitmen Jasa Marga dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Jasa Marga optimis dapat terus mencetak SDM BUMN unggul yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Tinggalkan komentar