Sumenep – Rutan Kelas IIB Sumenep tidak lagi dipandang sebagai tempat yang menyeramkan. Kini, rutan tersebut menjadi sarana edukasi yang menyenangkan bagi masyarakat, salah satunya melalui kegiatan belajar membatik yang diikuti oleh rombongan dari TK Almanah Campor Barat.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menjelaskan bahwa pemilihan kegiatan membatik sebagai program unggulan didasari oleh potensi warga binaan yang telah terampil dalam seni tersebut. “Yang terlibat dalam kegiatan tersebut selain mentor dari petugasnya sendiri, juga dari warga binaan yang sudah mahir dalam bidang membatik untuk mengedukasi adik-adik dari TK Almanah Campor Barat,” ujar Aditya.
Kegiatan edutrip yang diikuti oleh 48 peserta ini diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta terhadap seni budaya Tanah Air sejak dini. “(Harapannya) kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus pengenalan seni dan budaya kepada anak sejak dini,” ucap Aditya.
Program belajar membatik untuk masyarakat umum di Rutan Sumenep telah digelar sejak 2 Januari 2026, sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto agar unit pelaksana teknis (UPT) memberikan kontribusi positif dan membuka diri kepada masyarakat. “Rutan Sumenep harus terbuka, sehingga masyarakat akan mengenal bahwa pemasyarakatan bukan lagi tempat pesakitan akan tetapi merupakan tempat pembinaan,” tutur Aditya.
Aditya menambahkan bahwa anggaran untuk pengadaan alat dan bahan membatik berasal dari anggaran rutan serta laba penjualan produk batik karya para narapidana. Ke depan, kelas membatik ini akan digelar secara rutin dengan jangkauan peserta yang lebih luas, mencakup siswa SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa.