Polisi melakukan penggerebekan di Kampung Sapiria Bortak, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan berhasil mengamankan 104 orang. Dari jumlah tersebut, 98 orang dinyatakan positif narkoba setelah menjalani tes urine, sementara enam lainnya menunjukkan hasil negatif.
Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menyatakan bahwa Kampung Sapiria Bortak memang telah lama teridentifikasi sebagai lokasi dengan peredaran narkoba yang signifikan. “Kampung Sapiria Bortak di wilayah Tallo ini memang sudah kerap kali diketahui peredaran narkoba di sana cukup besar,” ujar Kombes Arya Perdana.
Operasi penangkapan ini melibatkan 80 personel dari Polrestabes Makassar dan 25 personel dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulsel. “Hasil didapatkan kurang lebih 104 orang tersangka yang menggunakan narkotika dengan 3 orang bandar,” jelasnya.
Setelah menjalani tes urine, mayoritas terduga positif menggunakan narkoba jenis sabu. “Dari 104 ini sudah dites urine ada 6 orang negatif jadi sisanya positif semua,” bebernya.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti. Barang bukti yang diamankan meliputi sabu seberat 10 gram, uang tunai senilai Rp 49,6 juta yang diduga hasil penjualan narkoba, 104 botol bong, dua timbangan, 26 unit ponsel, serta sejumlah saset kosong.
Selain itu, polisi juga membongkar sebuah pintu baja yang diduga kuat difungsikan sebagai loket transaksi narkoba di area tersebut. Kombes Arya menjelaskan bahwa kawasan tersebut sebelumnya pernah dilakukan pembatasan akses dengan tembok dan pintu. Namun, bangunan tersebut kembali didirikan dan diduga dimanfaatkan untuk memfasilitasi aktivitas peredaran narkoba. “Di sana pernah membuat tembok dengan pintu yang pernah kita robohkan dan kini dibangun kembali yang tujuan para pengguna dan para penjual bisa bebas menjual,” pungkas Arya.
Penggerebekan di Kampung Bortak ini dilaksanakan pada Jumat (9/10) sekitar pukul 16.30 Wita. Operasi ini dipimpin oleh Satresnarkoba Polrestabes Makassar dengan dukungan penuh dari personel Ditresnarkoba Polda Sulsel.