JAKARTA – Polda Metro Jaya telah menyiapkan langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional untuk menghadapi 59 kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan sekitarnya pada hari ini. Salah satu acara utama yang mendapat perhatian khusus adalah pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Thailand yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) malam nanti.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa laga final tersebut dijadwalkan dimulai pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB. Pengamanan intensif akan diterapkan di berbagai titik strategis yang berkaitan dengan mobilisasi penonton dan rangkaian acara pertandingan.
“Untuk final Indonesia melawan Thailand, pengamanan dilakukan di sejumlah titik yang berkaitan dengan rangkaian pertandingan dan mobilitas penonton,” ujar Budi.
Dari total 59 kegiatan yang teridentifikasi, 47 di antaranya merupakan aksi unjuk rasa, sementara 12 lainnya adalah kegiatan masyarakat, termasuk pertandingan final sepak bola tersebut. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sesuai ketentuan yang berlaku. Pengamanan juga disiapkan untuk berbagai kegiatan masyarakat agar seluruh aktivitas dapat berlangsung tertib,” jelasnya.
Budi menambahkan bahwa kehadiran personel kepolisian bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik dalam penyampaian pendapat maupun dalam menjaga ketertiban umum. Penempatan personel akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan karakteristik masing-masing kegiatan.
“Personel ditempatkan sesuai kebutuhan dan karakter masing-masing kegiatan, mulai dari lokasi penyampaian pendapat, titik kegiatan masyarakat, hingga kawasan yang membutuhkan pengaturan lalu lintas,” urainya.
Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa pendekatan pengamanan akan mengedepankan komunikasi dan sifat persuasif. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
“Pengaturan maupun rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tutupnya.