Sebanyak 145 warga Perumahan Serpong Lagoon, Kranggan, Setu, Tangerang Selatan, dilaporkan mengalami gejala muntah berak (muntaber) secara bersamaan. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga, menduga penyakit tersebut disebabkan oleh konsumsi air dari Water Treatment Plant (WTP) milik perumahan yang diduga tercemar.
“Iya betul seperti itu (145 warga Perumahan Serpong Lagoon muntaber). Saat ini Dinkes Tangsel sudah melakukan uji sampling di water treatment plan milik Serpong Lagoon,” kata Pilar saat dihubungi, Rabu (14/10/2026).
Menurut data yang dihimpun, dari 145 warga yang terdampak, 67 orang di antaranya telah sembuh, 67 lainnya menjalani rawat jalan, dan 11 warga masih dirawat di rumah sakit.
Pilar memastikan bahwa kondisi warga yang sakit terus dipantau secara intensif oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas terdekat dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan.
Saat ini, sampel air dari WTP tersebut tengah menjalani pengujian laboratorium. Pihaknya masih menunggu hasil tes keluar yang diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari.
“Butuh waktu beberapa hari (hasil lab keluar). Semoga bisa segera keluar. Iya akan kami lakukan evaluasi teknis bersama pengelola, untuk lakukan langkah perbaikan instalasi (jika terbukti ada masalah),” ucapnya.
Untuk mencegah penambahan korban, Pilar mengimbau seluruh warga untuk sementara waktu tidak mengonsumsi air yang berasal dari WTP tersebut hingga hasil uji laboratorium diumumkan dan ada kepastian mengenai keamanannya.