Rajiv Dorong Peningkatan Infrastruktur Pertanian dan Pendidikan di Bandung Barat

JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, terus berupaya mendorong peningkatan infrastruktur pertanian dan fasilitas pendidikan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan jalan usaha tani (JUT) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, serta revitalisasi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojongsalam di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin.

Rajiv menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat harus dipastikan memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, ia tidak hanya meninjau hasil pekerjaan, tetapi juga memeriksa langsung kualitas pembangunan untuk memastikan fasilitas yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Saat meninjau jalan usaha tani di Desa Mekarjaya, Rajiv menyusuri jalan tersebut dari ujung ke ujung. Tujuannya adalah untuk memastikan kualitas pengerjaan merata dan tidak ada bagian jalan yang dibangun dengan kualitas baik di satu sisi, tetapi justru lebih tipis di bagian lainnya. “Saya sengaja jalan dari ujung untuk mengecek, jangan sampai di sini saja yang tebal, sedangkan di sananya tipis. Ternyata tebal semua,” kata Rajiv dalam keterangannya pada Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, pemeriksaan langsung sangat penting agar pembangunan infrastruktur tidak sekadar memenuhi target pekerjaan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan masyarakat sekitar. Ia menjelaskan bahwa jalan usaha tani memiliki peran krusial dalam menunjang aktivitas pertanian, terutama untuk mempermudah mobilitas petani menuju lahan dan memperlancar pengangkutan hasil produksi. Kondisi jalan yang memadai diharapkan dapat mengurangi hambatan yang dihadapi petani dalam menjalankan kegiatan usaha mereka.

Untuk itu, Rajiv berharap keberadaan jalan usaha tani tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran kegiatan pertanian di Desa Mekarjaya. “Mudah-mudahan jalan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban petani serta masyarakat. Jadi, kalau membawa motor tidak lagi oglek-oglek. Kalau hujan sedikit, saya rasa bisa kepeleset. Jangankan naik motor, jalan kaki saja bisa kepeleset,” ujarnya.

Di samping itu, Rajiv mengapresiasi kelompok tani dan masyarakat Desa Mekarjaya yang telah menjaga serta memanfaatkan bantuan infrastruktur tersebut dengan baik. Baginya, pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Terima kasih, amanah ini sudah dijaga dengan baik oleh penerima manfaat. Kalau penerima manfaatnya seperti ini, saya tambah semangat untuk menambah lagi sampai ujung sana,” tegas Rajiv.

Namun, ia mengakui adanya keterbatasan anggaran yang membuat pembangunan tidak dapat dilakukan secara bersamaan di seluruh desa maupun kelompok tani. Oleh sebab itu, penentuan prioritas dan pelaksanaan program secara bertahap menjadi hal yang tidak bisa dihindari. “Tidak semua kelompok dan tidak semua desa bisa segera mendapatkan aspirasi seperti ini karena kita memang punya keterbatasan anggaran. Namun, Desa Mekarjaya ini adalah amanah, maka akan saya perjuangkan lagi sampai ujung ke sana. Nanti tahun depan, jangan sampai ditagih habis di sini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rajiv menambahkan, pembangunan infrastruktur pertanian harus menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian dari tingkat desa. Akses yang memadai merupakan salah satu kebutuhan dasar untuk mendukung aktivitas petani, selain sarana produksi dan dukungan lainnya. “Ini adalah program dari pemerintah, kita juga terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang sangat concern sama pertanian, serta Ketua Komisi IV DPR RI,” ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Rajiv juga meninjau pelaksanaan revitalisasi bangunan SDN Bojongsalam. Peninjauan ini merupakan bagian dari perhatiannya terhadap kebutuhan fasilitas pendidikan, terutama kondisi ruang kelas yang digunakan siswa untuk kegiatan belajar mengajar. Ia menanyakan kondisi sekolah, termasuk keamanan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah, serta menggali informasi mengenai bantuan revitalisasi yang diterima dan bagian bangunan yang diperbaiki.

Menurut Rajiv, kebutuhan pembangunan di daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur ekonomi, tetapi juga fasilitas pelayanan dasar, terutama pendidikan. Keduanya memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Pengawalan aspirasi masyarakat di sektor pertanian dan pendidikan ini untuk memastikan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Sebab, keberhasilan program tidak cukup diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar