Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur I Lembaga Administrasi Negara (Pusajar SKMK LAN) Aceh melaksanakan studi lapangan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung inovasi tata kelola pemerintahan serta modernisasi layanan keimigrasian yang berbasis digital.
Sebanyak 20 peserta pelatihan kepemimpinan Pusajar SKMK LAN Aceh mengikuti kegiatan ini, yang merupakan bagian integral dari kurikulum pelatihan. Tujuannya adalah membekali Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan praktik terbaik dalam pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Kepala Pusajar SKMK LAN Aceh, Said Fadhil, menjelaskan bahwa pemilihan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Kualanamu didasari oleh rekam jejak instansi tersebut dalam mengimplementasikan inovasi layanan publik yang berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) juga menjadi pertimbangan.
“Kami melihat Imigrasi Kualanamu memiliki keunggulan strategis dalam mengelola gerbang internasional dengan standar pelayanan bernilai tinggi. Melalui kunjungan ini, para peserta diharapkan dapat mengadopsi dan mengadaptasi strategi kepemimpinan serta inovasi teknologi yang ada untuk diterapkan di instansi masing-masing sekembalinya ke Aceh,” ujar Said Fadhil.
Dalam kunjungan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Kualanamu menyambut baik kedatangan para peserta. Pihaknya memaparkan berbagai program unggulan, mulai dari digitalisasi sistem autogate di pintu kedatangan internasional, efisiensi alur pembuatan paspor, hingga strategi kepemimpinan dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pelayanan di lingkungan keimigrasian.
Selain paparan materi dan diskusi interaktif mengenai tantangan kepemimpinan di sektor publik, para peserta juga diajak melakukan peninjauan langsung ke area pelayanan paspor dan Izin Tinggal keimigrasian.
Pusajar SKMK LAN Aceh berharap melalui studi lapangan ini dapat melahirkan calon-calon pemimpin birokrasi yang mampu mendorong percepatan reformasi birokrasi di wilayah Aceh dan sekitarnya.