Bandung, Jawa Barat – Inovasi kuliner hadir dari balik jeruji Lapas Perempuan Bandung, melahirkan produk oleh-oleh khas yang unik bernama Puff Tape Lamoria. Roti berlapis kulit tipis nan renyah ini menawarkan isian tape, keju, dan susu yang menciptakan cita rasa creamy dan tekstur lembut di mulut.
Kepala Lapas Perempuan Bandung, Rika Aprianti, mengungkapkan bahwa pengembangan Puff Tape Lamoria merupakan hasil kreativitas warga binaan yang membutuhkan waktu enam tahun untuk mencapai kualitas terbaik. “Puff tape ini murni hasil kreasi warga binaan kami. Dan perjalanannya sangat panjang, hingga tercipta puff tape versi the best yang sekarang ada butuh waktu 6 tahun,” jelas Rika.
Resep asli Puff Tape Lamoria ditemukan oleh seorang napi berinisial M, yang telah menjalani masa hukuman selama enam tahun di Lapas Perempuan Bandung. M memanfaatkan program pembinaan keterampilan tata boga yang disediakan oleh pihak lapas. Ia mengakui bahwa proses penemuan resep terbaik tidak lepas dari peran serta teman-teman napi lainnya.
“Saya dibina di Lapas Perempuan Bandung ini sudah 6 tahun, dan selama itu juga saya dan teman-teman di sini terus meramu puff tape sampai dapat resep Puff Tape yang menurut saya adalah yang terbaik,” ungkap M. Ia menceritakan bahwa pada awalnya, rasa puff tape buatannya masih dominan rasa tepung. Bersama napi lain yang juga mendalami keterampilan membuat roti, mereka terus melakukan eksperimen.
M berharap agar pembuatan puff tape ini dapat dilanjutkan oleh teman-temannya di lapas setelah ia kembali ke masyarakat. “Semoga pembuatan puff tape ini dapat dilanjutkan teman-teman di sini saat saya pulang. Semoga menjadi salah satu amal yang dapat menghapus kesalahan masa lalu saya,” ujar perempuan berusia 40 tahun ini.
Rika Aprianti optimis bahwa kualitas rasa Puff Tape Lamoria akan memikat para penikmatnya dan menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Kota Kembang. “Ya, jadi ide ini salah satunya karena dulu Bandung kan dari dulu terkenal dengan peuyeum (tape dalam Bahasa Sunda)-nya. Dulu kalau ke Bandung orang-orang pasti suka tanya, ‘peuyeumnya mana’. Walaupun sekarang sudah rada tergerus jaman ya. Kami ingin membangkitkan kenangan itu lagi melalui Puff Tape Lamoria,” terang Rika.
Ia menambahkan, “Jadi istilahnya tuh, digigit renyah dengan tape keju yang lumer dimulut, meleleh. Cobain sendiri deh, pasti nagih.”
Saat ini, Puff Tape Lamoria dapat dibeli melalui marketplace Shopee atau melalui media sosial Lamoria yang dikelola oleh lapas. Ke depannya, produk ini juga akan tersedia di koperasi lapas yang diberi nama Lamoria Paviliun. “Sebentar lagi mohon doanya Koperasi kami akan menjual puff tape dan produk-produk Lamoria lainnya secara langsung di depan Lapas, yang kami namakan Lamoria Paviliun. Semoga ini bisa semakin mendekatkan Lapas Perempuan Bandung dengan masyarakat, karena sejatinya warga binaan akan kembali ke masyarakat,” harap Rika.
Lamoria Paviliun tidak hanya akan menjual Puff Tape, tetapi juga berbagai produk kreasi napi lainnya, seperti jajanan pasar, roti, kopi kekinian, batik tulis dan cap, kerajinan perca, produk rajutan, hingga pakaian. Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat semakin mendekatkan Lapas Perempuan Bandung dengan masyarakat.