Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, melakukan pertemuan dengan salah satu kandidat pimpinan Inter-Parliamentary Union (IPU), sebuah forum parlemen dunia. Dalam pertemuan tersebut, Puan Maharani secara khusus membahas isu krusial mengenai pemberdayaan perempuan di ranah politik.
Proses pemilihan Presiden IPU ke-32 untuk periode 2026-2029 dijadwalkan berlangsung dalam Sidang Umum IPU ke-153 di Arusha, Tanzania. Puan Maharani menyatakan akan hadir langsung pada pemilihan yang dijadwalkan pada Jumat (9/10) tersebut. “Kehadiran saya adalah bentuk dukungan pribadi dan lembaga parlemen Indonesia terhadap proses pemilihan Presiden IPU ini,” ungkapnya.
Terdapat tiga kandidat yang bersaing memperebutkan posisi Presiden IPU. Dua di antaranya, Azerbaijan dan Australia, memiliki kedekatan hubungan dengan Indonesia. Ketiga kandidat tersebut adalah Sahiba Gafarova (Ketua Parlemen Azerbaijan), Milton Dick (Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia), dan Rojo Edwards Silva (Senator Parlemen Chile).
Dalam rangkaian Sidang Umum IPU, Puan Maharani mengadakan pertemuan resmi dengan Ketua Parlemen Azerbaijan, Sahiba Gafarova. Pertemuan ini dimanfaatkan untuk membahas berbagai aspek kerja sama antar negara, serta mendengarkan visi dan misi Sahiba Gafarova sebagai kandidat Presiden IPU. Puan Maharani menyoroti hubungan Indonesia-Azerbaijan yang terus berkembang, termasuk kerja sama parlemen kedua negara yang telah terjalin sejak tahun 2012.
Parlemen Indonesia dan Azerbaijan tercatat aktif dalam berbagai forum internasional, termasuk IPU, PUIC (Persatuan Parlemen Negara Anggota OKI), Gerakan Non-Blok (GNB), dan Majelis Parlemen Asia (APA). Puan Maharani mengapresiasi dukungan aktif Azerbaijan terhadap posisi Indonesia di forum internasional, khususnya terkait isu GNB dan Palestina.
Lebih lanjut, Puan Maharani menekankan pentingnya peningkatan kerja sama parlemen kedua negara dalam isu pemberdayaan perempuan di bidang politik. “Kita berdua adalah Ketua Parlemen perempuan sehingga merupakan tanggung jawab kita untuk membina kepemimpinan politik perempuan dan partisipasi perempuan di semua sektor dan tingkatan,” ujar Puan kepada Sahiba Gafarova. Ia menambahkan bahwa energi ini dapat mempererat persahabatan melalui program konkret seperti pertukaran kapasitas legislator perempuan dan riset bersama isu iklim/energi.
Puan Maharani juga mengajak Indonesia dan Azerbaijan untuk saling mendukung dalam forum-forum dunia, termasuk isu Palestina, reformasi tata kelola global, dan kerja sama Selatan-Selatan. Ia berharap kedua pemerintah dapat mempercepat finalisasi dan implementasi MoU sektoral di bidang industri, kebudayaan, dan energi terbarukan. “Mari kita terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Azerbaijan, bukan hanya untuk kepentingan kedua negara, tetapi juga untuk kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global,” tegasnya.
Selain pertemuan dengan kandidat Presiden IPU, Puan Maharani juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Senat Thailand, Mongkol Surasajja. Ia mendorong penguatan hubungan antara DPR RI dan Majelis Nasional Thailand, termasuk melalui Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat Thailand, serta memanfaatkan forum regional seperti ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA).
Puan Maharani berpandangan bahwa AIPA sangat penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Thailand dalam memastikan agenda ASEAN berjalan efektif, termasuk memperkuat sentralitas ASEAN, perdamaian dan stabilitas kawasan, serta pembangunan yang inklusif. Ia menekankan bahwa ASEAN yang kuat dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, keterlibatan parlemen, dan partisipasi masyarakat.
Dalam forum IPU, Puan Maharani berharap Indonesia dan Thailand dapat terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi untuk menyuarakan kepentingan bersama, memperkuat multilateralisme, perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta peran parlemen dalam menjawab tantangan global. Ia menambahkan bahwa kedua negara dapat saling mendukung dalam berbagai forum dan proses pengambilan keputusan di IPU.
Dalam kehadiran di Sidang Umum IPU ke-153, Puan Maharani didampingi oleh Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia, dan Duta Besar RI untuk Tanzania Tri Yogo Jatmiko. Irine Yusiana Roba Putri menyatakan bahwa kehadiran Puan Maharani merupakan bentuk dukungan solidaritas kepada para calon Presiden dalam proses pemilihan IPU.