Pramono Anung Bawa Pulang Kemitraan dari New York untuk Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membawa pulang sejumlah potensi kerja sama dan pengetahuan baru dari kunjungannya ke New York, Amerika Serikat. Kunjungan yang berlangsung pada 19-21 September ini dalam rangka menghadiri Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026, namun juga dimanfaatkan untuk menjajaki kemitraan strategis bagi kemajuan ibu kota.

Salah satu hasil konkret yang dibahas adalah rencana penerbitan Jakarta Bond, sebuah instrumen obligasi daerah yang telah lama digunakan New York untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur dan fasilitas publik. Dalam pertemuan dengan Wali Kota New York, Zohran Kwame Mamdani, di Civic Hall, New York, Pramono Anung mendiskusikan pembiayaan pembangunan kota melalui obligasi. Mamdani menyambut baik inisiatif ini dan menawarkan tim keuangan New York untuk berbagi pengalaman dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik,” ujar Mamdani. Ia menambahkan, “Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah.” Meskipun demikian, Pramono Anung menegaskan bahwa penerbitan Jakarta Bond masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat.

Selain aspek pembiayaan, kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan industri olahraga dengan New York University (NYU). Pemprov DKI Jakarta berambisi untuk tidak hanya menjadi tuan rumah ajang internasional seperti Asian Games, FIFA U-17 World Cup, FIBA Basketball World Cup, Formula E, dan Jakarta International Marathon, tetapi juga membangun industri olahraga yang kuat dan berkelanjutan. “Jakarta tidak hanya ingin menjadi tuan rumah ajang olahraga besar. Kami ingin membangun industri olahraga yang kuat dan berkelanjutan,” kata Pramono Anung.

Pengembangan industri olahraga ini diharapkan mencakup pengelolaan fasilitas yang lebih baik, peningkatan sumber daya manusia yang kompeten, kemitraan internasional, serta dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Di sektor pendidikan, Pramono Anung berharap NYU dapat menjadi salah satu tujuan bagi anak-anak Jakarta melalui program beasiswa luar negeri di masa depan. “Kami ingin semakin banyak membuka kesempatan bagi anak-anak Jakarta untuk belajar di universitas terbaik dunia,” katanya.

Pertemuan antara Pramono Anung dan Mamdani juga menjadi ajang tukar pengalaman dalam mengelola tantangan perkotaan besar yang dihadapi kedua kota, seperti kemacetan, polusi udara, dan perubahan iklim. Pramono Anung memaparkan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan, termasuk perluasan layanan Transjabodetabek dan integrasi transportasi publik untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. “Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah,” jelas Pramono Anung.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mendorong kebijakan aksi iklim yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Aksi iklim harus memberikan manfaat nyata yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari melalui transportasi yang lebih bersih, ruang publik yang lebih baik, energi yang lebih bersih, serta kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Pramono Anung. Selain itu, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk menawarkan peluang investasi di Jakarta, dengan 37 proyek pengembangan kota yang memiliki potensi investasi sekitar USD 7 miliar. Ekonomi Jakarta sendiri tercatat tumbuh 5,52 persen pada triwulan II 2026.

Tinggalkan komentar