Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali menjadi sasaran upaya penyuapan selama dua tahun terakhir masa pemerintahannya. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat mengomentari kondisi institusi negara yang dinilainya telah mengalami kerusakan selama puluhan tahun.
“Kita paham negara kita berada dalam keadaan yang, yang tidak baik-baik saja. Kita paham itu. Kita melihat puluhan tahun institusi-institusi kita dirusak,” ujar Prabowo di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10/2026).
Prabowo kemudian menyoroti praktik suap yang menurutnya sering menyasar pejabat pemerintahan, mulai dari tingkat menteri hingga direktur jenderal. Ia bahkan mengaku pernah menjadi target upaya penyuapan.
“Menteri-menteri kita, dirjen-dirjen kita mau disogok. Jangankan menteri dirjen, saya mau disogok, dalam dua tahun ini berkali-kali saya mau disogok,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki kondisi tersebut dengan menggunakan pendekatan persuasif. Prabowo meyakini para menterinya memahami pendiriannya.
“Saya paham, kita melihat dan kita berusaha memperbaiki. Kita berusaha memperbaiki, dengan persuasif, dengan dakwah ya, dakwah kebenaran, dakwah kebangsaan, dengan bicara, dengan meyakinkan,” jelas Prabowo.
“Di mana-mana saya diundang pasti saudara tahu apa pesan saya. Menteri-menteri yang ikut rapat dengan saya tahu sikap saya, tekad saya, kehendak saya,” imbuhnya.