JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membeberkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna yang digelar kemarin. Sidang tersebut membahas evaluasi dua tahun pemerintahan dan menggarisbawahi pentingnya penguatan ketahanan nasional serta penindakan tegas terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas kerja keras, dedikasi, dan kekompakan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama masa jabatannya. “Mengapresiasi kerja keras, semangat pengabdian, dan kekompakan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama pemerintahan,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (22/10/2026).
Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa Prabowo menekankan krusialnya penguatan ketahanan nasional. Hal ini meliputi perlindungan terhadap kekayaan alam Indonesia dan upaya menjaga persatuan bangsa di tengah ketidakpastian global serta meningkatnya persaingan geopolitik.
Presiden juga menunjukkan perhatian serius terhadap isu karhutla. Prabowo meminta agar dugaan keterlibatan individu maupun korporasi dalam kasus tersebut diusut secara menyeluruh dan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. “Mengusut tuntas dugaan keterlibatan individu dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menindak tegas pihak yang terbukti melanggar hukum,” tegas Teddy.
Terkait sektor pangan dan energi, Prabowo menegaskan pentingnya mempertahankan swasembada pangan. Selain itu, Presiden mendorong kemandirian energi melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri, termasuk pengembangan biodiesel dan etanol.
Prabowo juga berpesan agar seluruh jajaran pemerintahan menjalankan amanat rakyat dengan berani, tegas, dan penuh tanggung jawab demi menjaga kepentingan nasional. “Jalankan mandat rakyat dengan berani, tegas, dan penuh tanggung jawab demi menjaga kepentingan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Teddy.
Teddy menambahkan bahwa dua tahun pertama pemerintahan ini menjadi landasan penting untuk memperkuat capaian pembangunan. Langkah ini juga diharapkan dapat melanjutkan agenda strategis nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. “Dua tahun pertama menjadi pijakan untuk melanjutkan kerja nyata menuju Indonesia yang mandiri, tangguh, dan sejahtera,” pungkas Teddy.