Polres Jakpus Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim untuk Kedamaian Jakarta

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Pusat menggelar kegiatan pengajian yang dilanjutkan dengan santunan kepada 100 anak yatim. Acara ini turut menghadirkan Ustaz Das’ad Latif, dengan tujuan mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memanjatkan doa bersama agar Jakarta senantiasa aman, damai, dan penuh persaudaraan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 6 Mapolres Metro Jakarta Pusat pada hari Senin, 26 Oktober 2026. Acara doa bersama dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Reynold E. P. Hutagalung. Turut hadir pula Wakapolres, pejabat utama, serta para Kapolsek jajaran dalam acara tersebut. Santunan diberikan kepada 100 anak yatim, yang terdiri dari 50 anak dari wilayah Senen dan 50 anak dari wilayah Sawah Besar.

Kombes Polisi Reynold E. P. Hutagalung menyatakan bahwa pengajian dan santunan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus penguatan nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Ia berharap, melalui kebersamaan dan doa, seluruh personel senantiasa diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas melayani masyarakat. “Kami ingin menghadirkan kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga dekat dan peduli dengan masyarakat. Melalui doa dan kebersamaan ini, kita berharap Jakarta senantiasa aman, damai, dan penuh persaudaraan,” ungkapnya pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Di tengah berbagai agenda penyampaian aspirasi masyarakat yang berlangsung pada akhir Oktober 2026, Polda Metro Jaya beserta jajarannya terus mempersiapkan pelayanan dan pengamanan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, mengutamakan keselamatan semua pihak, serta menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas warga.

Menanggapi hal tersebut, Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto, menyampaikan bahwa menjaga keamanan dan kedamaian Jakarta merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kegiatan sosial dan keagamaan seperti ini tidak hanya memperkuat kepedulian, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk membangun kebersamaan dan mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat. “Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan bersama-sama merawat kedamaian Jakarta. Kepedulian dan kebersamaan inilah yang ingin terus kami tumbuhkan sebagai bagian dari komitmen Kerja Melayani Jakarta,” ujar Budi.

Tinggalkan komentar