Polisi Tangerang Jadi Bapak Asuh Pelajar, Antisipasi Aksi Anarkis

JAKARTA – Polres Metro Tangerang Kota meluncurkan program “Bapak Asuh” yang melibatkan 108 personel Bhabinkamtibmas untuk mendampingi para pelajar. Inisiatif ini bertujuan untuk mencegah siswa terjerumus dalam aksi demonstrasi atau kegiatan massa yang berpotensi anarkis.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Herbin Sianipar menjelaskan bahwa kehadiran polisi di lingkungan sekolah sangat krusial. Program ini menekankan pentingnya komunikasi langsung dan pemahaman mendalam terhadap kondisi serta aktivitas para pelajar.

Dari 108 personel Bhabinkamtibmas yang ditugaskan, 64 di antaranya ditempatkan di Zona Merah dan 44 personel di Zona Hijau. Para “Bapak Asuh” ini diharapkan tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga aktif mengenal para pelajar binaannya.

“Pastikan rekan-rekan selalu hadir di kelas dan melakukan pengecekan langsung terhadap absensi siswa. Jangan hanya melihat data, tetapi cek betul keberadaan dan kondisi adik-adik pelajar,” tegas Herbin pada Kamis (8/10/2026).

Untuk personel yang bertugas di Zona Merah, Herbin menginstruksikan pembentukan grup WhatsApp (WAG) khusus. Grup ini berfungsi sebagai sarana komunikasi dan pemantauan intensif antara polisi, pihak sekolah, dan para pelajar.

Herbin menegaskan bahwa pengawasan ini tidak bermaksud membatasi hak pelajar dalam menyampaikan pendapat. “Adik-adik pelajar juga mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Tugas kita sebagai polisi adalah mengawal dan melayani mereka dalam menyampaikan pendapat, tentunya dengan memperhatikan batas usia dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya langkah pencegahan jika ada rencana demonstrasi. Polres Metro Tangerang Kota berharap tidak ada pelajar dari wilayah hukumnya yang terlibat dalam aksi yang dapat membahayakan keselamatan diri mereka. Hingga kini, kepolisian belum menemukan adanya pelajar dari wilayah tersebut yang mengikuti aksi massa di Jakarta.

Tinggalkan komentar