Polda Metro Imbau Warga Utamakan Dialog untuk Jaga Kondusivitas

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk mengedepankan komunikasi yang baik dan kepala dingin dalam menyikapi perbedaan pendapat. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menekankan bahwa perbedaan adalah hal lumrah dalam kehidupan bermasyarakat dan sebaiknya disikapi dengan saling menghormati.

“Perbedaan pendapat hendaknya disikapi dengan kepala dingin dan saling menghormati. Komunikasi yang baik dapat membantu mencegah kesalahpahaman berkembang menjadi konflik,” kata Kombes Budi kepada wartawan, Selasa (27/10/2026). Ia menambahkan bahwa sikap saling menghormati sangat diperlukan agar perbedaan tidak berkembang menjadi perselisihan yang dapat mengganggu ketertiban dan hubungan antarwarga.

Dialog dianggap sebagai salah satu cara ampuh untuk menyelesaikan persoalan secara terbuka dan damai. Menurut Kombes Budi, dengan mendengarkan pandangan pihak lain serta menyampaikan pendapat secara santun, masyarakat dapat mencari titik temu tanpa memperbesar masalah. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk bersikap bijak saat menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial. Penting untuk memeriksa sumber dan kebenaran informasi sebelum membagikannya agar tidak menyebarkan kabar keliru yang dapat memicu kesalahpahaman.

Polda Metro Jaya menegaskan kembali imbauannya kepada masyarakat untuk mengutamakan dialog, menghormati pandangan orang lain, dan menyelesaikan persoalan secara damai. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga hubungan antarwarga serta menciptakan lingkungan yang harmonis.

Polda Bersama TNI-Pemprov Perkuat Sinergi

Menjelang berbagai kegiatan masyarakat yang diagendakan berlangsung, Polda Metro Jaya bersama TNI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat sinergi. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjaga dan mengawal penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas warga lainnya.

“Personel hadir untuk menjaga dan mengawal masyarakat yang menyampaikan aspirasi, sekaligus memastikan kepentingan masyarakat lainnya tetap terlayani,” jelas Budi. Ia menambahkan bahwa pelayanan kepada masyarakat mengedepankan semangat “Polisi Bersama Masyarakat untuk Saling Menjaga Ruang Publik sebagai Sarana Penyampaian Pendapat”. Ruang publik, menurutnya, adalah milik bersama yang perlu dijaga agar hak menyampaikan aspirasi dapat berjalan berdampingan dengan hak masyarakat lainnya untuk beraktivitas.

Personel pelayanan telah disiapkan di sejumlah titik kegiatan untuk menjaga dan mengawal aksi penyampaian aspirasi agar berlangsung tertib, aman, dan damai. Selain memberikan pelayanan kepada peserta aksi, petugas juga bertugas mengatur lalu lintas, menjaga akses fasilitas publik, serta berkoordinasi dengan unsur TNI dan Pemprov DKI Jakarta sesuai kewenangan masing-masing. Dalam menjalankan tugasnya, personel diarahkan untuk mengedepankan komunikasi, dialog, negosiasi, dan pendekatan humanis.

Tinggalkan komentar