Polda Banten menyatakan bahwa wilayah hukumnya bukan merupakan ‘kampung narkoba’, melainkan sebuah area strategis yang kerap dijadikan jalur perlintasan untuk pengiriman narkotika. Menanggapi hal ini, pihak kepolisian secara intensif memperketat pengawasan di berbagai pintu masuk, terutama di Pelabuhan Merak, Cilegon.
Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Banten, Kombes Wiwin Setiawan, menjelaskan bahwa tingkat peredaran narkoba di Banten tidak sebesar di Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Ia menambahkan bahwa Banten lebih berfungsi sebagai jalur transit.
“Jadi Banten ini bukan jadi tempat tujuan, tempat market atau pasar. Hanya perlintasan. Di sini ada demand-nya, kecil-kecil, partai kecil,” ujar Wiwin pada Jumat (16/10/2026). Ia juga mengungkapkan bahwa para pengedar dan pengguna yang berhasil ditangkap di wilayah hukum Polda Banten umumnya mendapatkan pasokan narkoba dari Jakarta.
“Pengedar yang kita tangkap, dapat barangnya pun dari Jakarta,” tegasnya.
Meskipun demikian, Banten memegang peranan penting sebagai daerah perlintasan pengiriman narkoba yang berasal dari Sumatera dan diarahkan menuju Jakarta serta wilayah lainnya di Pulau Jawa. “Wilayah perlintasan barang masuk dari Sumatera yang mengarah ke Jawa. Baik sabu, ganja, atau lain-lain, ekstasi atau mephedrone. Kita ini daerah perlintasan. Tujuan akhirnya bukan di kita, tujuan akhirnya di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur,” jelas Wiwin.
Oleh karena itu, Polda Banten berkomitmen untuk meningkatkan intensitas pengawasan di titik-titik masuk strategis seperti Pelabuhan Merak. Wiwin menyebutkan bahwa Polda Banten telah beberapa kali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba yang melintasi wilayahnya.
“Bukan ini lagi, ketatin lagi di pelabuhan. Pengetatan pelabuhan. Razia-razia di pelabuhan,” katanya.
Sebagai catatan, belum lama ini Polda Banten berhasil menggagalkan pengiriman ganja seberat 11 kilogram yang dikirim melalui jasa ekspedisi. Dalam operasi ‘controlled delivery’, Polda Banten mengikuti pergerakan paket tersebut hingga ke Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dan berhasil mengamankan dua orang tersangka pada Kamis (8/10).
“Ganja kemarin kan controlled delivery sampai ke Bogor sana. Tapi udah kita, udah kita profiling perjalanan paketnya, gitu loh,” pungkasnya.