PKS Terima Aspirasi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Minta Jadi Inisiator

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima kunjungan rombongan Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) yang dipimpin oleh mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana. Pertemuan yang berlangsung di DPP PKS, Jakarta, pada Rabu (14/10/2026) pagi itu membahas aspirasi lanjutan terkait putusan Mahkamah Konstitusi mengenai persyaratan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menyatakan bahwa GMKR dan koalisi masyarakat sipil menyampaikan pandangan mereka mengenai apa yang disebut sebagai ‘ijazah gate’. Kholid menekankan pentingnya respons terhadap putusan MK terkait keabsahan ijazah Gibran. Diskusi yang berlangsung berjalan hangat dan PKS menegaskan komitmennya untuk menerima aspirasi dari masyarakat.

“PKS sebagai partai politik yang juga memiliki wakil rakyat di DPR RI tentu memiliki kewajiban konstitusional demokrasi untuk menerima aspirasi dari masyarakat, kami menjembatani ya, aspirasi publik yang datang kepada kami, karena saat ini fraksi di DPR RI sedang reses, maka kami menerimanya di DPP Partai Keadilan Sejahtera,” ujar Kholid.

Kholid memastikan PKS siap menjadi jembatan aspirasi publik, khususnya terkait putusan MK soal ijazah Gibran. Ia menambahkan bahwa DPR RI memiliki hak konstitusional untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut. Pihaknya juga meminta Fraksi PKS di DPR untuk membangun komunikasi politik dengan fraksi lain guna mencari jalan terbaik bagi bangsa dan menegakkan marwah kelembagaan negara.

Denny Indrayana menambahkan bahwa persoalan ini bukan sekadar ‘ijazah gate’, melainkan menyangkut cacat administratif dan manipulatif yang terstruktur, sistematis, dan terencana. Ia merujuk pada Pasal 18 ayat 3 Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023.

Oleh karena itu, Denny berharap PKS dapat menjadi inisiator untuk menggulirkan proses pemakzulan Gibran. Meskipun menyadari beratnya proses pemakzulan yang memerlukan dukungan mayoritas di MPR, Denny melihat adanya harapan untuk memulai pergerakan. Ia membandingkan situasi dengan pertandingan sepak bola yang membutuhkan penendang pertama.

“Jadi mudah-mudahan PKS hari ini bisa menjadi salah satu inisiator. Kita nggak perlu koboi ya, Pak. Kita perlu politisi-politisi yang dengan hati berani melihat bahwa Pilpres 2024 kemarin itu betul-betul potret telanjang kecurangan yang menyebabkan kita mendapatkan musibah bencana nasional,” tutup Denny.

Tinggalkan komentar