Kebakaran Maut di Jakut: Saksi Mata Ungkap Api Berasal dari Rumah Kosong

Kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Selasa (13/10) siang. Peristiwa nahas ini merenggut nyawa dua orang warga. Saksi mata menceritakan kronologi singkat saat api pertama kali terlihat hingga membesar dan melalap bangunan.

Sidik (38), salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa api pertama kali muncul dari sebuah bangunan rumah kosong yang terbuat dari material kayu. Menurutnya, rumah tersebut sudah tidak dihuni selama lebih dari lima tahun. “Itu kan bangunan kosong, dua pintu. Bangunan kosong udah lebih dari 5 tahun, bangunannya itu full kayu triplek. Full kayu triplek, kosong udah bertahun-tahun. Nah dari bangunan itu ada api, dari situ titik awalnya saya lihat, api itu. Nah, di belakang rumah itu yang kosong, rumah yang korban meninggal,” jelas Sidik di lokasi kejadian, Rabu (14/10).

Saat kejadian, Sidik sedang berada di lantai atas rumahnya dan mendengar suara letupan disertai angin kencang. Ketika ia melihat ke arah belakang, api sudah membesar dan menjalar cepat. “Pas saya lagi ngecat, tiba-tiba ada suara pletak-pletok dan angin kencang. Pas saya ke belakang, hawa panas gitu. Api udah naik ke lantai dua, sudah tinggi, sudah gede. Api langsung gede, saya langsung turun ke bawah teriak, ‘Kebakaran!’,” tuturnya.

Warga sempat berinisiatif memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil berupaya menyelamatkan barang-barang berharga. Sidik juga ikut membantu petugas pemadam kebakaran dengan membukakan akses ke dalam bangunan yang memiliki tiga lantai agar petugas lebih mudah menyemprotkan air. “Saya bukain pintu, itu kan tiga lantai, Pak. Saya bukain pintu, ‘Silakan,’ saya bilang. Karena atas itu enak nyemprotnya dan jangkauannya luas, saya bilang. Setelah jam 5 sore kurang lebih sudah mati, yang saya sayangkan ada korban jiwa tetangga saya belakang rumah. Dua orang, nenek sama cucunya,” ungkap Sidik.

Ketua RT 7, Oman (50), melaporkan bahwa para korban yang terdampak kebakaran telah mengungsi di dua musala terdekat. Bantuan logistik dari berbagai pihak, termasuk PMI dan BPBD, telah disalurkan secara berkala. “Bantuan udah alhamdulillah datang ya. Dari PMI, BPBD, udah datang. Mudah-mudahan aja bantuan yang buat anak sekolah ya, sama balita,” harap Oman.

Kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik ini berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.20 WIB. Sebanyak 27 mobil pompa dan 135 personel pemadam dikerahkan untuk memadamkan api. Peristiwa ini menghanguskan sekitar 150 rumah, mengakibatkan 500 jiwa dari 200 keluarga kehilangan tempat tinggal.

Tinggalkan komentar