JAKARTA – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah mengkaji wacana pembentukan panitia khusus (pansus) terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ketua Fraksi PKB DPR, Jazilul Fawaid, menyatakan partainya masih menerima dan mencermati berbagai masukan dari berbagai kalangan, termasuk dari aliansi masyarakat sipil.
Jazilul Fawaid juga menghargai pandangan yang disampaikan oleh politikus Partai Demokrat, Andi Arief, mengenai usulan pembentukan pansus tersebut. “Kami masih dalam posisi menerima dan mengkaji berbagai pendapat dan masukan dari sejumlah kalangan, termasuk aliansi masyarakat sipil,” ujar Jazilul pada Rabu (14/10/2026).
Meskipun demikian, Jazilul menegaskan bahwa wacana pembentukan pansus ini masih berada pada tahap pembicaraan dan belum ada keputusan final dari PKB untuk mendorong pembentukannya. “Kami pun menghargai pendapat Pak Andi Arief, namun soal pansus masih sebatas wacana saja. Ya silakan berwacana,” tambahnya.
Pandangan Andi Arief tentang Pansus
Sebelumnya, Andi Arief mengemukakan bahwa Gibran Rakabuming Raka membutuhkan sebuah forum untuk melakukan klarifikasi terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak menemukan bukti ijazah SMA atau yang sederajat. Menurut Andi Arief, pansus di DPR dapat menjadi wadah yang tepat bagi Gibran untuk memberikan klarifikasi.
“Karena itu menurut saya yang butuh pansus atau butuh klarifikasi itu sebenarnya adalah Wapres Gibran sendiri, Wapres Mas Gibran sendiri. Kita tahu tahun 2010 itu ada Pansus Century, di mana koboi-koboi Senayan menggulirkan pansus,” kata Andi dalam keterangannya pada Selasa (13/10).
Andi Arief mencontohkan pembentukan Pansus Century pada era pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menjelaskan bahwa pansus tersebut dibentuk untuk tujuan klarifikasi berbagai isu yang berkembang.
“Tapi kita tahu bahwa Presiden SBY tidak melarang untuk terbentuknya pansus, justru pansus itu digunakan untuk mengklarifikasi semua tuduhan yang ada,” ucapnya.
“Jadi kalau menurut saya ini kesempatan kalau ada pansus, yang paling diuntungkan sebenarnya adalah Mas Gibran karena Mas Gibran bisa klarifikasi di pansus itu tersebut,” tutupnya.