Jakarta – Pertamina International Shipping (PIS) menjalin kolaborasi strategis dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI untuk meningkatkan literasi kelautan di kalangan anak-anak. Inisiatif ini diwujudkan melalui revitalisasi Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) yang diluncurkan dalam acara bertema maritim, Bahtera LiteraSEA, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
Program revitalisasi ini mencakup perbaikan mesin, pengadaan alat pemindai barcode, pemasangan videotron, serta penambahan koleksi buku-buku bertema kelautan pada tiga unit MPK. Langkah ini bertujuan memperkaya akses literasi maritim bagi masyarakat luas.
Kolaborasi ini melibatkan Yayasan Inovasi Muda dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan. Sinergi ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Indonesia sebagai negara maritim dan memperluas pemahaman mereka mengenai potensi serta keberlanjutan sektor kelautan.
Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan dan kesadaran sejak dini. Tujuannya agar mereka kelak dapat berperan sebagai penjaga ekosistem pesisir dan laut. “Kita percaya anak-anak kita ini adalah yang nantinya akan menjadi generasi pelindung lautan. Kita berharap bisa menumbuhkan kecintaan dan kesadaran anak-anak sejak dini tentang laut,” ujar Vega di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Vega menambahkan bahwa melalui revitalisasi armada MPK, PIS ingin jangkauan edukasi kelautan dapat menyentuh area yang lebih luas. Mobil literasi ini akan didatangkan langsung ke permukiman warga. “Inisiatif baru ini tidak hanya ke lokus sekolah, tapi juga ke permukiman. Jadi adik-adik kita ini selain di sekolah, dia juga bisa akses buku di dekat rumah,” jelas Vega.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Adin Bondar, menilai MPK sebagai instrumen yang efektif untuk mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat, terutama di daerah pelosok. “Tantangan kita adalah bagaimana membangun akses. Bersama Pertamina merevitalisasi mobil perpustakaan keliling untuk diciptakan menjadi satu instrumen mengakses bacaan kelautan,” papar Adin.
Adin menekankan bahwa jarak geografis tidak boleh menjadi hambatan dalam edukasi maritim. Melalui MPK, anak-anak dapat mengeksplorasi kekayaan ekosistem laut hingga isu darurat sampah plastik. “Kesadaran maritim itu tidak harus anak kita yang datang ke laut, tapi laut itu sendiri yang datang ke mereka melalui bacaan, komik, dan ragam literatur kelautan,” tegasnya.
Dalam momentum Bahtera LiteraSEA yang bertepatan dengan Hari Guru Sedunia, apresiasi juga diberikan kepada para guru sebagai garda terdepan pendidikan. Perwakilan guru SD Mutiara 2, Tumi, menyampaikan bahwa literasi dari buku sangat mendukung kurikulum sekolah. Ia mencontohkan praktik kecintaan terhadap laut yang diajarkan kepada murid, seperti membawa tempat minum atau tumbler untuk mencegah sampah plastik yang dapat merusak laut.
Kampanye literasi maritim ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan terkait, antara lain Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Vina Ardarini, perwakilan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub Ihsan Abdurrahman, serta Chairwoman Inovasi Muda Restu Andini.