Presiden Prabowo Subianto mengibaratkan jajaran kabinetnya sebagai tim sepak bola, di mana ada pemain inti, pemain cadangan, hingga pendukung. Pernyataan ini kemudian ditafsirkan oleh sejumlah pakar sebagai sinyal kemungkinan adanya perombakan kabinet atau reshuffle dalam waktu dekat.
Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menilai pernyataan Prabowo tersebut memperlebar kemungkinan reshuffle. Ia mengemukakan beberapa alasan terkait hal ini, yang pertama adalah dimensi teknokratis. Menurutnya, kinerja kabinet belum optimal, yang terlihat dari penurunan kepuasan publik, terutama di sektor ekonomi, hukum, dan pelaksanaan program-program utama pemerintah seperti MBG dan Kopdes.
Agung juga menyoroti dimensi politis. Ia berpendapat bahwa Prabowo perlu menyeimbangkan poros-poros politik yang ada, terutama poros Solo, agar Presiden memegang kendali penuh sebagai Panglima Tertinggi dan Kepala Pemerintahan. Selain itu, ada pula dimensi yuridis, di mana beberapa pembantu presiden diduga tersangkut kasus korupsi.
Dalam analisisnya, Agung menyebutkan beberapa nama yang berpeluang terkena reshuffle. Salah satunya adalah Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, terkait penanganan Karhutla. Ia juga menyinggung nama Nusron Wahid, yang dinilainya sebaiknya mundur karena dua kali mangkir dari panggilan KPK dan berpotensi menjadi beban bagi Presiden.
Senada dengan Agung, pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, juga meyakini akan ada reshuffle kabinet di balik pernyataan Prabowo. Ia berpendapat bahwa Presiden memiliki banyak stok individu yang siap membantu dan dipercaya untuk menduduki jabatan tertentu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataannya saat memimpin sidang kabinet dua tahun pemerintahan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10). Ia menjelaskan bahwa tidak semua menteri akan dimainkan di awal masa pemerintahan.
“Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita, tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker,” kata Prabowo.
Prabowo meminta para menteri yang diibaratkan sebagai pemain cadangan untuk tetap tenang dan tidak berkecil hati. Ia memastikan setiap anggota kabinet memiliki kesempatan untuk menjalankan perannya di masa mendatang.
“Yang cadangan, jangan frustrasi, ada saatnya Saudara akan kita mainkan,” ujarnya.