Percepatan KRL Green Line ke Merak Didorong Gubernur Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, mendesak percepatan realisasi proyek elektrifikasi atau KRL pada jalur kereta api Rangkasbitung-Merak. Ia menilai frekuensi mobilitas masyarakat di Banten sangat tinggi sehingga memerlukan dukungan sistem transportasi yang terintegrasi dan efisien.

Andra Soni menekankan pentingnya jalur kereta api Rangkasbitung-Merak untuk terintegrasi dan efisien guna melayani mobilitas warga Banten yang membutuhkan transportasi kereta api berkapasitas besar. “Sebagai daerah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, Banten membutuhkan sistem transportasi yang mampu menghubungkan seluruh simpul tersebut secara lebih efektif,” ujar Andra Soni saat Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Merak di Kota Serang, Jumat (2/10/2026).

Data Dinas Perhubungan Provinsi Banten menunjukkan lonjakan penumpang KRL Commuter Line di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Pada 2025, tercatat 77,5 juta penumpang, dan diproyeksikan melonjak menjadi 85 juta orang pada 2026. Tingkat keterisian pada jam sibuk bahkan mencapai 161 persen, mengindikasikan kebutuhan mendesak untuk peningkatan kapasitas prasarana.

Peran Kereta Api Lokal Commuter Rangkasbitung-Serang-Cilegon-Merak juga sangat vital, melayani sekitar 4 juta penumpang per tahun. Dengan 14 perjalanan harian, KA Lokal ini mencatat 4,46 juta penumpang pada 2025 dan diprediksi naik menjadi 4,67 juta orang pada 2026, dengan tingkat keterisian 129 persen.

Namun, Andra menyayangkan ketiadaan integrasi transportasi di Stasiun Rangkasbitung. Penumpang KRL dari Tanah Abang harus berganti moda ke KA lokal untuk melanjutkan perjalanan ke Merak, begitu pula sebaliknya. “Kondisi inilah yang melandasi urgensi diperluasnya jangkauan KRL Commuter Line hingga ke Serang-Cilegon dan Merak. Langkah ini akan mempermudah mobilitas pekerja, pedagang, pelajar, bahkan menjadi jalur alternatif bagi wisatawan Jabodetabek yang ingin,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyambut baik respons cepat Pemprov Banten dalam menindaklanjuti inisiatif pengembangan kereta api listrik hingga wilayah Banten bagian barat. “Alhamdulillah Pak Gubernur merespons cepat terkait inisiasi saya agar Kota Serang bisa mendapatkan kereta elektrifikasi,” kata Budi.

Ia berharap proses ini dapat berlanjut pada 2027 melalui Kementerian Perhubungan sesuai komitmen yang ada. Budi juga mengungkapkan rencana menghidupkan kembali Stasiun Cipocok Jaya sebagai bagian dari pengembangan konektivitas jalur kereta api. “Ini akan dihidupkan kembali karena jalurnya nanti lewat situ,” ujarnya.

Tinggalkan komentar