Perahu ‘Unta’ dari Ribuan Botol Bekas Ramaikan Festival Lingkungan di Danau Sunter

JAKARTA – Sebuah perahu berbentuk unik menyerupai unta berhasil menarik perhatian warga di Danau Sunter, Jakarta Utara. Perahu yang dirakit dari ribuan botol sampah ini merupakan hasil karya Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Cengkareng, Jakarta Barat.

Perahu “Unta” ini menjadi salah satu dari 43 perahu unik yang dipamerkan dalam Festival Cinta Lingkungan (Cilung) 2026. Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Danau Sunter.

Donal, salah satu petugas UPS Badan Air Cengkareng, menjelaskan bahwa perahu tersebut dibuat menggunakan sekitar 3.380 botol air mineral bekas dan 500 galon bekas. “Saat ini yang kita gunakan hampir 3.380 pcs botol air mineral dan untuk botol galonnya sebanyak 500 pcs,” ujar Donal di lokasi festival, Minggu (18/10/2026).

Proses pembuatan perahu unta memakan waktu selama tiga bulan, dari Juli hingga September. Selain botol plastik, bahan lain yang digunakan berasal dari sampah yang ditemukan di kawasan Cengkareng, seperti busa kulkas, triplek, dan aluminium. “Selain dari botol plastik kita menggunakan dari busa kulkas yang mana ditemukan di dari kali atau dari yang kita temukan. Kulkas, ada juga dari bahan triplek dan aluminium,” ungkapnya.

Pemilihan tema unta bukan tanpa alasan. Donal menuturkan bahwa unta dipilih sebagai simbol kehidupan dan perjalanan yang membutuhkan ketekunan serta amanah. “Kalau untuk temanya kita dari awal menginspirasi perahu ini yang mana simbol kehidupan, perjalanan kehidupan. Karena unta ini adalah salah satu penyemangat atau menggambarkan bahwasanya kita harus istikamah dan amanah dalam menjalankan pekerjaan,” jelasnya.

Festival ini juga menampilkan berbagai perahu unik lainnya dengan tema beragam, seperti Ikan Koi Emas dari UPS Tambora, naga, harimau, garuda, merak, macan kumbang, hingga kapal perang. Para peserta juga turut memeriahkan acara dengan kostum tradisional yang unik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat, terutama anak-anak, mengenai pentingnya memilah sampah sejak dini. “Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi yang menarik, khususnya bagi anak-anak untuk mengenal pentingnya memilah dan memilih sampah sejak dini. Kreativitas yang ditampilkan diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk menerapkan kebiasaan serupa dalam kehidupan sehari-hari,” kata Uus.

Tinggalkan komentar