MOJOKERTO – Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Baharudin, angkat bicara mengenai tudingan mengafirkan seorang fotografer saat memimpin acara akad nikah. Peristiwa ini terjadi di Dusun/Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, pada Sabtu (10/10) lalu.
Dalam video yang beredar, Baharudin terlihat memarahi fotografer yang bertugas dalam pernikahan Rizal Nurkolis (27) dan Yumnatus Sa’diyah atau Yumna (24). Sang fotografer, yang diketahui bernama Arwani, tidak hanya merasa dimarahi tetapi juga dituding dikatai kafir oleh Baharudin.
Namun, Baharudin membantah keras tudingan tersebut. Ia mengklarifikasi bahwa ucapannya saat itu ditujukan untuk memberikan pemahaman agar tidak meniru ajaran kaum kafir. “Aslinya bahasa itu kan dipotong. Jangan kita mengikuti ajaran orang-orang kafir. Kita itu ada tuntunan dan syariatnya, penghulu itu juga memakai hukum fikih munakahat yang ada SOP-nya, iya ngaji, iya sekolah, intinya itu,” jelas Baharudin.
Menyusul viralnya video tersebut, Baharudin telah menemui Arwani untuk menyampaikan permohonan maaf. Dalam pertemuan itu, ia juga memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai ucapannya terkait kata ‘kafir’ saat acara akad nikah. “Saya juga mohon maaf itu kepada beliau (Arwani). ‘Aku tidak mengkafirkan sampean’. Aku itu hanya jangan kita mengambil pemahaman orang-orang kafir, yang hanya ingin tidak sesuai dengan syariat, tidak ada mengkafirkan orang,” tegasnya.