Pembangunan PSEL Bantargebang Terkendala Lahan Tuntas, Proyek Dimulai Akhir 2026

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan perkembangan terbaru mengenai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di kawasan Bantargebang. Ia menargetkan proyek strategis ini dapat mulai dibangun sebelum akhir tahun 2026.

Pembangunan PSEL Bantargebang sebelumnya sempat terhambat oleh sejumlah kendala, terutama terkait dengan ketersediaan lahan. Namun, Pramono menyatakan bahwa persoalan krusial tersebut kini telah menemukan solusi.

“Karena peraturan yang baru dan di Jakarta ini kan untuk penyediaan tanah relatif menjadi problem, tapi akhirnya kemarin sudah ada jalan keluar,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Pramono berharap PSEL Bantargebang dapat masuk dalam daftar proyek batch 3, yang memungkinkan pembangunan fisiknya dimulai sebelum penghujung tahun ini.

“Termasuk yang di Bantargebang segera akan diselesaikan dan mudah-mudahan termasuk dalam batch 3 yang dalam waktu sebelum akhir tahun ini untuk bisa dibangun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memperkuat ekosistem pengelolaan sampah di ibu kota. Selain PSEL, berbagai skema pengolahan sampah lainnya juga tengah digalakkan.

Pramono merinci bahwa pengelolaan sampah di Jakarta dilakukan melalui beragam pendekatan. Mulai dari pembangkit listrik tenaga sampah, hingga pengembangan refuse-derived fuel (RDF) dan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R.

“Karena Jakarta, kami mendorong agar neraca sampah di Jakarta, baik yang nanti untuk pembangkit listrik tenaga sampah, apakah untuk RDF Rorotan, RDF Bantargebang, TPS 3R yang sekarang ini semakin semarak kita dorong,” paparnya.

Upaya penanganan sampah yang juga menyasar sungai-sungai di Jakarta turut disinggung oleh Pramono. Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian integral dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih komprehensif dan efektif di Jakarta.

“Ini akan membuat iklim ekosistem sampah setelah Ingub Nomor 5 Tahun 2026 kita keluarkan, mudah-mudahan pengaturan sampah di Jakarta semakin baik,” tuturnya.

Sebelumnya, Pramono Anung memang telah menyoroti dua proyek PSEL utama yang menjadi prioritas Pemprov DKI, yaitu yang berlokasi di Bantargebang dan Tanjung Priok. Pembangunan kedua fasilitas ini diharapkan tidak hanya mampu menekan volume sampah, tetapi juga mengubah sampah menjadi sumber energi yang bernilai.

Tinggalkan komentar